Kepala Unit Ambulans RSUD Kota Depok, Wisnu Arisunyoto. (Foto : Diskominfo)

depok.go.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok, tidak hanya memiliki ambulans yang berstandar internasional. Lima Sopir ambulansnya pun memiliki sertifikasi khusus sebagai sopir mobil ambulans, maupun sertifikasi Bantuan Hidup Dasar (BHD).

Kepala Unit Ambulans RSUD Kota Depok, Wisnu Arisunyoto mengatakan, kecelakaan mungkin saja terjadi ketika seseorang baru memasuki areal RSUD Depok. Pada situasi dan kondisi seperti inilah, diperlukan peran petugas nonmedis seperti sopir dalam posisinya terdekat dengan korban.

“Tujuan sertifikasi BHD ini kepada pegawai nonmedis, dimaksudkan untuk melakukan pertolongan pertama kepada pasien. Terutama kasus emergency sejak masuk melalui pagar dan di sekeliling RSUD Depok,” ujar Wisnu, ditemui di ruang kerjanya, Selasa (15/05/2018).

Ditambahkannya, untuk pasien BPJS Kesehatan yang membutuhkan pelayanan ambulans darurat, tidak dikenakan biaya sama sekali. Begitu pun untuk pasien yang meninggal, keluarganya tidak dikenakan biaya. Bahkan, fasilitas ini tidak hanya melayani wilayah Depok saja, melainkan juga wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabotabek).

“Sopir dan 5 ambulans kami siap melayani pasien yang membutuhkan. Mereka terbagi dalam tiga shift yakni, dari jam 07.00 sampai dengan 14.00, shift kedua 14.00 sampai 21.00, serta shift ketiga 21.00 sampai dengan jam 07.00 WIB,” katanya.

Wisnu mengakui tidak semua pasien bisa langsung dirujuk ke rumah sakit menggunakan ambulans yang dimiliki RSUD Depok. Hal ini karena harus dilihat dulu kondisi pasien yang bersangkutan.

“Distabilisasi terlebih dahulu keadaan umum pasien baru bisa pindah, semua tentunya atas rekomendasi dokter yang bertanggung jawab,” tukasnya.

Penulis: Nurul Hasanah

Editor: Dunih dan Rita Nurlita

Diskominfo

Bagikan post melalui :