Kepala UPT Balai Benih Ikan (BBI) Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP), Nur Hidayat. (Foto : Nita/Diskominfo)

depok.go.id-Untuk menghasilkan benih unggulan ikan hias jenis rainbow, botia, balasak dan neon tetra, pembudidaya ikan harus paham cara mengawinkan indukan dengan benar. Sebab, jika cara perkawinannya salah, maka bisa dipastikan akan menghasilkan benih yang kurang bagus.

“Benih unggul dihasilkan dari indukan yang berkualitas. Untuk menghasilkan benih tersebut, indukan harus dikawinkan secara silang dan tidak boleh sedarah,” ujar Kepala Balai Benih Ikan (BBI) Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Depok, M Nur Hidayat, di ruang kerjanya, Rabu (15/05/2019).

Dikatakannya, perkawinan sedarah dapat menurunkan kualitas benih. Misalnya, kurangnya daya tahan terhadap penyakit, tumbuh lambat serta cacat.

“Selama ini yang kami lihat, perkawinan indukan yang dilakukan pembudidaya hanya berada di lingkungan itu-itu saja. Jadi besar kemungkinan terjadi penurunan kualitas,” katanya.

Untuk mengatasi hal tersebut, kata Nur, pihaknya kerap melakukan sosialisasi secara berkala kepada petani ikan. Dirinya juga berharap, sentra ikan yang sudah mulai terbangun bisa menghasilkan kualitas benih yang unggul.

“Rencananya juga kami dari BBI Kota Depok akan mengembangkan budi daya ikan hias. Jika uji coba berhasil, kami siap untuk memfasilitasi pembudidaya terkait pasokan benih. Dengan begitu, diharapakan kualitas ikan yang dihasilkan semakin hari semakin baik,” pungkasnya.

Penulis: Vidyanita
Editor: Dunih

Bagikan post melalui :