kebakaran

Ilustrasi kebakaran (sumber: google)

depok.go.id – Upaya mencegah terjadinya kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok mengingatkan warga masyarakat untuk lebih waspada terhadap musibah tersebut. Pasalnya, trend kebakaran di setiap bulan Ramadan akan meningkat dari bulan biasanya.

“Kebakaran di bulan Ramadan biasanya disebabkan karena human error. Seperti contoh bulan puasa lalu di Gandul, di mana seorang ibu sedang menyeterika, namun ketika ia pergi Salat Tarawih lupa dicabut. Begitu juga di Bojongsari, lagi masak air kemudian ditinggal Tarawih, juga akhirnya kebakar,” ujar Yayan Arianto, Rabu (15/6/2016).

Ia menambahkan, sikap terburu-buru dan tertidur pada saat bulan Ramadan juga menjadi salah satu faktor terjadinya kebakaran.

“Memang trend-nya cenderung meningkat, tahun ini juga kemungkinan bisa meningkat. Kami selalu mengimbau kepada masyarakat agar tidak main petasan terbang, itu juga bisa menyebabkan kebakaran, rumah bisa habis gara-gara petasan,” paparnya.

Yayan meminta masyarakat agar selalu menyempatkan memeriksa alat-alat listrik dan kompor  sebelum meninggalkan rumah maupun sebelum tidur.

“Kompor perlu diperiksa selangnya jangan sampai bocor, kabel juga begitu jangan sampai ada yang digigit tikus,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Yayan mengimbau, agar masyarakat dapat melengkapi rumah mereka dengan Alat Pemadam Api Ringan (Apar).

“Jadi, kalau terjadi kebakaran bisa cepat ditangani sendiri, sehingga api tidak membesar yang bisa menghabiskan rumah. Apar bisa dibeli di mana saja, saat ini sudah tersedia di beberapa toko, harga mulai Rp300 ribu, pemakaian setahun dan tidak harus diisi ulang,” pungkasnya. (Vidyanita/ Ed: Siti Rahma, Yulia S – Diskominfo)

Bagikan post melalui :