Ilustrasi pemeriksaan hewan kurban. (Foto: Diskominfo).

depok.go.id-Sebanyak 65 mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Institut Pertanian Bogor (IPB) dikirim untuk membantu Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Depok. Keahlian para mahasiswa tersebut, dibutuhkan DKPPP guna melakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem hewan kurban.

“Alhamdulillah, kita dapat bantuan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk pemeriksaan hewan kurban. Bantuan kita dapat dari mahasiswa FKH IPB. Ini menjadi solusi keterbatasan kami,” ujar Kepala DKPPP Kota Depok, Diah Sadiah, di ruang kerjanya, Senin (15/07/2019).

Dikatakannya, mulai H-15 Iduladha akan dilakukan pemeriksaan lapak oleh petugas DKPPP. Kemudian pada H-1 dan hari-H pemeriksaan antemortem dan postmortem dilakukan oleh petugas di titik pemotongan yang dilakukan warga atau Dewan Kemakmuran Masjid (DKM). Pihaknya dibantu mahasiswa dan dosen pendamping serta petugas Keswan Kementerian Pertanian. Rencananya hingga H+3 masih terus dilakukan pemeriksaan oleh petugas dari DKPPP.

“Pada hari-H kami juga dibantu oleh anggota Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI). Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti hewan kurban harus memenuhi persyaratan syariat Islam,” tambahnya.

Persyaratan yang dimaksud, kata Diah, antara lain cukup umur dan tidak cacat. Selain itu, pemotongan hewan kurban juga harus memperhatikan kesejahteraan hewan dengan tidak menyiksanya dan harus diperlakukan dengan baik. Begitu pun sebelum dipotong, harus dipelihara dengan baik. Misalnya, kandang diberi atap peneduh serta diberi makan dan minum yang cukup.

“Jika tidak memenuhi persyaratan tersebut, maka harus dikembalikan atau disarankan tidak dijual untuk keperluan kurban,” ucapnya.

Penulis: Vidyanita.
Editor: Dunih

Diskominfo

Bagikan post melalui :