LOMBA DOKCIL

Perwakilan Dokter Cilik  foto bersama Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna bertempat di Aula Balaikota, Sabtu (13/8/2016)

depok.go.id – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Depok bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok menyelenggarakan Lomba Dokter kecil. Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia yang ke 108 Tahun ini diikuti 11 peserta dan masing-masing peserta berasal dari perwakilan kecamatan di wilayah Depok.

Lomba Dokcil bertempat di Aula Balaikota, Sabtu (13/8/2016) dan dihadiri oleh Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna yang memberikan sambutannya sekaligus membuka acara, sekretaris IDI cabang Depok Dokter Bima, para guru pembimbing, dan TP UKS Kota Depok serta para orangtua murid yang turut mendukung anak-anaknya.

Wakil Walikota merespon dengan baik atas terselenggaranya acara ini. Tentunya ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada peserta dan panitia ataupun pembimbingnya yang banyak melakukan pengajaran dengan baik.

“Karena dengan adanya pembelajaran seperti ini dapat meningkatkan daya pengetahuan anak terhadap kesehatan dan lingkungannya,”ujar laki-laki kelahiran Depok tersebut.

Selain itu, Pradi juga mengungkapkan dengan adanya kegiatan ini membuat Pemerintah terbantu dengan programnya yaitu Depok Family Friendly city. Oleh karena itu, tokoh yang aktif bersosial di masyarakat ini juga berpesan kepada para peserta agar melakukannya dengan maksimal dan lakukanlah sesuai pembelajaran hidup sehat.

“Tak boleh terlupa juga untuk terus belajar dan berkarya di mana pun berada tentunya tetap untuk terus mengejar cita-cita sebagai dokter yang sesungguhnya yang mampu mengharumkan nama Kota Depok,” paparnya kembali.

Senada dengan hal tersebut, sekretaris IDI Depok yang mewakili ketua IDI, Dr. Bima pun memberikan tambahan dan arahan dalam sambutannya sekaligus memperjelas bahwa pemenang tingkat kota ini akan dikirim ke tingkat wilayah dan nasional.

“Tak hanya itu, adik-adik yang hadir sudah menjadi duta dan pelopor di dunia kesehatan untuk lingkungan sekolah khususnya,” papar Bima.

Ia pun berharap seluruh peserta dapat meneruskan impiannya menjadi seorang dokter dengan belajar yang giat tentunya mampu menerapkan hidup bersih dan sehat, sehingga dari perilaku tersebut akan terhindar dari berbagai macam penyakit.

“Tentunya penerapan ini tidak dapat langsung diterapkan, semua harus melakukannya dari lingkungan terdekat seperti keluarga baru sampai kepada lingkungan masyarakat,” tambahnya.

Terakhir, dirinya memberikan arahan terhadap mekanisme sistematika perlombaan yang diikuti oleh para Dokcil tersebut. Ada empat hal yang menjadi pokok penilaian, seperti mengarang, soal tertulis, tes wawancara dan praktek. Melalui penilaian ini peserta pun diajak untuk mempelajari sistematis yang nantinya mereka akan temui apabila mengikuti perlombaan tingkat provinsi dan nasional. (Meida/ Indri/ Ed: Siti Rahma – Diskominfo)

Bagikan post melalui :