depok.go.id – Kepala Bidang Kebersihan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Depok, Kusumo mengatakan bahwa volume sampah yang ada di Depok mengalami penurunan sekitar 10 hingga 20 persen. Hal tersebut akibat upaya pemilahan sampah yang sudah gencar dilakukan dari tahun lalu di Kota Belimbing ini.

Selain itu, peran bank sampah yang saat ini sudah ada 500 titik juga memiliki peran yang signifikan terhadap pengurangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung.

“Di Depok sekitar 30 persen terserap dari sampah non organik, 55 persen terserap dari sampah organik, dan 15 persen terserap dari residu,” ujar Kusumo.

Dia mengungkapkan, apabila bank sampah semakin dioptimalkan, maka dapat lebih membantu pengurangan volume sampah yang ke TPA Cipayung. Dirinya juga mengatakan bahwa Pemkot Depok memiliki target sekitar 1000 bank sampah, sesuai dengan jumlah RW di Depok.

“Budaya masyarakat mengurangi sampah dengan pemilahan sampah di perumahan dan perkampungan juga sudah berjalan baik,” ucapnya.

Beberapa titik-titik pemilahan sampah yang ada di perumahan besar, antara lain Komplek Marinir, Komplek BDN, Komplek Puri Anggrek Rangkapan Jaya, Komplek Pesona Depok, Komplek Beji Permai, dan Komplek Kopasus Sukatani. Sementara untuk pemilahan yang ada di perkampungan, antara lain di Kelurahan Pondok Jaya, serta Meruyung yang sudah mulai melakukan pemilahan.

“Kami terus mendorong masyarakat agar sadar dalam hal menjaga kebersihan lingkungan. Caranya, minimal dengan membuat bank sampah di tiap RW,” jelasnya.

Secara garis besar, Kusumo mengatakan bahwa saat ini ada sebanyak 550 ton sampah masuk ke TPA Cipayung perhari. Besaran volume sampah tersebut masih dinilai stabil, bila melihat dari jumlah penduduk yang bertambah di Depok.

“Jumlah volume sampah tersebut tergolong stabil, walaupun jumlah penduduk bertambah,” ujarnya. (Rysko/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :