Wali Kota Depok, Mohammad Idris didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok, Manto meninjau lokasi longsor di Jl. Raya Citayam, Kelurahan Ratujaya, Kecamatan Cipayung, Senin (12/11/2018). (Foto: Bima/Diskominfo).

depok.go.id-Pemerintah Kota (Pemkot) Depok rencananya akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) bangunan liar (bangli) yang berdiri menyalahi aturan di bantaran. Upaya ini dilakukan, mengingat bangli menjadi salah satu faktor terjadinya musibah longsor di Kota Depok.

“Kami akan koordinasi dengan dinas terkait seperti Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok untuk menindak bangli yang menyalahi aturan. Terutama bangli yang melanggar Garis Sempadan Sungai (GSS),” ujar Wali Kota Depok, Mohammad Idris, di Balai Kota, Kamis (15/11/18).

Dikatakannya, Pemkot Depok sebelumnya telah mengantisipasi kejadian-kejadian longsor yang memang sudah diprediksi. Namun, adanya titik baru yang tidak terprediksi menjadi perhatian khusus Pemkot Depok.

“Ini menjadi perhatian khusus kami, karena beberapa lokasi tidak masuk prediksi dan tidak ada dalam anggaran. Untuk itu, kami juga akan komunikasikan dengan bagian perizinan,” katanya.

Untuk diketahui, peristiwa longsor terjadi di beberapa titik di wilayah Depok. Longsor pertama menimpa sebagian bangunan Musala Al-Jihad di RW 05, Kelurahan Jatijajar, KecamatanTapos, tepatnya di sisi atas Kali Baru di Jalan Raya Bogor.

Lokasi lain tanah longsor terjadi di pekerjaan saluran Jalan Benda Kramat Bukit Cengkeh 1 RT 03 RW 01 Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis. Longsor juga terjadi di Tebing Kalibaru, Kelurahan Ratujaya, Kecamatan Cipayung, persisnya pintu masuk Perumahan Permata Regency, Jumat (9/11).

Penulis: Vidyanita
Editor: Dunih
Diskominfo

Bagikan post melalui :