SURAT EDARAN

Menindaklanjuti surat dari Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, tanggal 18 Oktober  2010, Nomor: 350/4229/SO, perihal Antisipasi Fenomena Alam La nina di Indonesia, dalam rangka menghadapi curah hujan yang tinggi yang disebabkan cuaca extrim dan informasi prediksi cuaca yang disampaikan BMKG dengan ini disampaikan hal-hal sebagai berikut:
1.  Fenomena La nina ditandai dengan suhu muka laut negative (lebih dingin dari rata-ratanya)
dibawah fasifik tengah (Nino,3,4), Fenomena La nina secara umum menyebabkan curah hujan di
Indonesia meningkat akibat meningkatnya suhu muka laut diperairan Indonesia.
2.  Berdasarkan Informasi dari badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika yang disampaikan
pada rapat Koordinasi Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) bahwa prakiraan curah hujan
mulai September 2010 terus meningkat intensitasnya sampai dengan Februari 2011, sebagian
besar daerah-daerah diwilayah Indonesia mendapat curah hujan yang tinggi.
3.  Peningkatan intensitas curah hujan akan mengakibatkan ancaman banjir, longsor, kegagalan
panen, timbulnya berbagai virus penyakit, kerusakan infrastruktur serta dampak langsung
terhadap kegiatan pembangunan, pertumbuhan ekonomi masyarakat dan kerawanan sosial.
4.  Sehubungan dengan hal tersebut diminta agar saudara melakukan langkah-langkah antisipasi
sebagai berikut:
a. Kesiagaan aparat dan masyarakat menghadapi bencana yang dikoordinasikan oleh Satlak PB
Kota Depok;
b. Menyusun Contigency plan;
c. Kepada OPD dan Camat yang daerahnya mengalami curah hujan yang tinggi, untuk
mengantisipasi terjadinya banjir dengan kegiatan antara lain:

  1. OPD yang membidangi urusan pertanian agar mensosialisasikan/mengarahkan petani melakukan pola tanam dan jenis tanaman yang tepat;
  2. OPD yang membidangi urusan sosial mendukung penyediaan pemakaman;
  3. OPD yang membidangi urusan PU untuk mendorong penyediaan alat berat mengatasi tanah longsor dan banjir serta pohon yang tumbang;
  4. Memberdayakan masyarakat dan dunia bisnis dalam mengantisipasi dampak banjir dan longsor;
  5. Memastikan saluran air/drainase tidak tersumbat;
  6. Menyiapkan sarana dan prasarana tanggap darurat banjir dan longsor;
  7. Menyiapkan posko banjir dan longsor, tempat penampungan warga dan dapur umum;

5. Melaporkan pelaksanaan kegiatan tersebut kepada Walikota Depok u.p Bagian Sosial Setda Kota
Depok.
6. Dengan prediksi perubahan cuaca dimaksud dapat diunduh (download) dan website BMKG
(www.bmkg.go.id)
Demikian, atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih.

WALIKOTA DEPOK

H.NUR  MAHMUDI ISMA’IL

Bagikan post melalui :