depok.go.id – Wabah penyakit Hepatitis A yang melanda puluhan mahasiswa di salah satu universitas negeri di Bogor dikategorikan termasuk Kegiatan Luar Biasa. Depok yang bersebelahan langsung dengan Bogor pun perlu diantisipasi lebih dari mengingat banyaknya kampus yang ada di Depok.

Walikota Depok, Nur Mahmudi Isma’il, mengatakan penularan Hepatitis A disebabkan karena sanitasi yang buruk, contohnya apabila melihat manajemen makan yang diawali dari kantin dan rumah makan, maka sanitasi yang baik harus terjaga di sana.

“Para pedagang menjual makanan higienis dan biasakan PHBS sebelum makan, bawa makanan sendiri dan makanan itu tidak basi dalam penyimpanan” imbau Nur Mahmudi.

Nur Mahmudi mengungkapkan, pada pengelolaan rumah makan di kampus atau sekolah serta atau pusat perdagangan menerapkan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). Menurutnya, pula penyebaran penyakit Hepatitis A dari penderita yang membawa penyakit, dengan mentransfer bibit penyakit makanan minuman bekas pada orang lain, dan orang tersebut tidak memiliki daya tahan tubuh yang kuat maka akan tertular.

“Jadi prosesnya sederhana dan keliatan sekarang, proses transportasi yang sangat gamblang,” tandas Nur Mahmudi.

Sementara itu, Kepala Seksi Pelayanan Dasar dan Rujukan Dinkes Kota Depok, Zakiah, saat dijumpai di kantornya menuturkan pada dasarnya Hepatitis A merupakan sebuah penyakit menyerang saluran pencernaan. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang bisa menular melalui makanan.

Zakiah mengungkapkan, upaya mencegah penyebaran penyakit Hepatitis A ini adalah dengan memutus mata rantai penularan agar menjaga higienitas penderita dengan orang yang berada di sekitarnya.

“Salah satu cara untuk mencegahnya yaitu sebaiknya kita apabila ingin makan entah di manapun tempatnya hendaknya senantiasa mencuci tangan yang bersih dengan sabun dan air mengalir. Insya Allah virus Hepatitis A ini tidak akan masuk ke dalam tubuh kita,” tutup dokter alumni Universitas Padjadjaran ini. (Nurul Hasanah/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :