adi wiyata

Kepala SMPN 6 Depok, Eni Iriani SMP Negeri 6 Kota Depok saat menerima Adiwiyata Tingkat Nasional Senin (14/12/2015).

depok.go.id – SMP Negeri 6 Kota Depok meraih predikat sebagai Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional Tahun 2015. Penghargaan itu diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Gedung Mandala Wanabakti Jakarta, Senin (14/12/2015). Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap sekolah yang mewujudkan perubahan perilaku ramah lingkungan di tiap sekolah.

Kepala SMPN 6 Depok, Eni Iriani, mengatakan bahwa sekolahnya memang memiliki visi misi peduli lingkungan dan berbudaya lingkungan. Hal tersebut memang sudah mendukung program yang dicanangkan oleh KLHK melalui Adiwiyata.

“Kami bersyukur bisa meraih penghargaan ini semoga bisa ditingkatkan pada masa mendatang. Raihan prestasi atas kerjasama baik semua warga sekolah, warga sekitar, lalu dukungan BLH Kota Depok dan dinas pendidikan,” ujarnya.

Walaupun beryukur terhadap penghargaan tersebut, namun Eni menegaskan bahwa misi awal dari penerapan budaya lingkungan di sekolahnya ada agar semua civitas memiliki rasa cinta terhadap lingkungan. Intinya adalah membiasakan siswa-siswi dan juga civitas lingkungan untuk memiliki wawasan  yang baik dan kebiasaan  pengolahan dan pelestarian lingkungan.

“Pembiasaan yang berorientasi lingkungan ini misalnya adalah kegiatan daur ulang, penanaman hidroponik, composting, kebun sekolah, apotek hidup, penyaringan air minum, serta memiliki kantin sehat. Jadi tidak hanya siswa saja, tapi pedagang kantin, guru, dan penjaga sekolah juga terlibat,” jelas Eni.

Selain itu, dalam setiap kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh tiap guru juga tetap disisipi tema lingkungan, misal dalam pelajaran puisi bahasa Indonesia siswa diharuskan membuat puisi tentang alam. Ada juga Satgas lingkungan sekolah yang memiliki tugas untuk mengontrol pemilihan sampah, mengingatkan civitas yang membuang sampah sembarangan, bahkan ada denda untuk yang kedapatan buang sampah sembarangan.

“Kami juga punya bank sampah, dalam satu kelas perminggu bisa mengumpulkan sekitar 30 kilo sampah. Walaupun nominalnya hanya 50 ribu, namun itu tidak penting, yang terpenting adalah kesadaran siswa untuk memilah sampah dan peduli lingkungan,” jelasnya. (Rysko/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :