depok.go.id-Guna mengantisipasi kebijakan penggabungan atau merger SD Negeri (SDN), Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok akan melakukan pemetaan guru honorer. Tenaga pendidik non-pegawai pemerintah ini, akan dipindahtugaskan berdasarkan tempat tinggal (zonasi).

Kepala Disdik Depok, Mohammad Thamrin mengatakan, kebijakan merger SDN dilakukan sejak tahun 2018. Sebelumnya, jumlah SDN di Kota Depok mencapai 272 sekolah, ditargetkan pada tahun ini menjadi 222 sekolah.

“Dengan adanya penggabungan ini, sekolah-sekolah yang berada dalam satu kawasan menjadi satu manajemen. Karena itu, akan terjadi penumpukan jumlah guru di sekolah tersebut,” katanya di Balai Kota Depok, Kamis (16/01/20).

Guna mengantisipasi hal ini, pihaknya akan melakukan pemindahan tugas bagi guru. Namun demikian, mutasi ini didasarkan pada kedekatan tempat tinggal.

Dikatakannya, mutasi ini rencananya dilakukan pada tahun ajaran baru 2020/2021. Hal tersebut, dimaksudkan agar tidak mengganggu proses kegiatan belajar mengajar (KBM) yang sudah berlangsung hingga saat ini.

“Daripada menjadi tidak memiliki jam kerja mengajar, sebagai syarat mendapatkan gaji, maka kami akan pindahkan pada sekolah lainnya. Sama seperti yang kami lakukan pada sejumlah kepala sekolah,” pungkasnya. (JD 07/ED 02/EUD 01)

Bagikan post melalui :