aset kejagungBertempat di Aula Lantai 5 Balaikota Depok, kegiatan Pemaparan serta Penyerahan Aset dari Kejaksaan Agung kepada Pemerintah Kota Depok digelar, Senin (16/02/15) pagi. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Walikota Depok Nur Mahmudi Isma’il, Sekretaris Daerah Etty Suryahati, OPD terkait, Camat, Lurah, serta beberapa pejabat dan staff dari Kejaksaan Agung (Kejagung).

Pertemuan ini membahas mengenai aset tanah seluas 1,6 Hektar yang ditarik oleh Kejagung dari terpidana korupsi, Ari Lestario Kusuma Dewa beberapa tahun silam.

Lokasinya yang berada di dua wilayah yaitu Gandul dan Pangkalan jati, membuat Pemkot Depok mengajukan permintaan lahan kepada Kejagung sejak 2013 untuk kepentingan sosial seperti Tempat Pemakaman Umum (TPU).

Setelah melalui beberapa proses yang panjang, hal tersebut dibenarkan oleh Kejagung. Menurut Murtiningsih, Kepala Bagian Tata Usaha Pusat Pemeliharaan Aset mengatakan, jumlah penduduk di Kota Depok sudah bertambah seiring berkembangnya zaman, Pemkot Depok mengajukan kepada Kejagung pada 2013 terhadap barang rampasan tersebut dan itu memang dimungkinkan.

“Selain dilelang, aset hasil rampasan juga bisa dihibahkan untuk kepentingan sosial dan karena nilainya signifikan di atas 10 M, maka kami meminta izin Presiden dahulu, ini yang memakan waktu lama,” jelasnya.

Senada dengan hal tersebut, Walikota merasa bahagia sekaligus bersyukur karena dengan dihibahkannya tanah yang dinilai mencapai 21 M ini, warga Depok menerima dampak positif langsung atas diperkenankannya tanah tersebut digunakan untuk kepentingan publik.

“Semoga ke depannya warga Depok dapat memanfaatkan sarana tersebut untuk pelayanan pemakaman,” ujar Nur.

Penulis    : Vidyanita Iqomah
Editor     : Manapar Manullang

Bagikan post melalui :