taufan

Kepala Kesbangpol Kota Depok, Taufan Abdul Fatah. (Foto: Diskominfo)

depok.go.id – Untuk menambah wawasan kebangsaan serta menangkal paham radikalisme sejak dini, Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Depok akan mengadakan pendidikan politik. Sasarannya adalah siswa siswi SMK se-Kota Depok. Rencananya kegiatan tersebut dilakukan selama dua hari mulai tanggal 17 hingga 18 Februari 2016 yang bertempat di Hambalang, Bogor dengan mengundang narasumber berkompeten seperti legislatif dan para birokrat.

“Dalam pendidikan tersebut, para siswa nantinya akan diberikan pemahaman tentang kepemerintahan di Kota Depok. Dengan harapan mereka memahami bagaimana cara kerja di pemerintahan,” ujar Kepala Kesbangpol Kota Depok, Taufan Abdul Fatah, Selasa (16/02/2016).

Ia menambahkan, bahwa kegiatan pendidikan politik dilaksanakan satu kali di tahun ini dengan jumlah peserta 100 orang. Selain itu, terkait paham radikalisme, pihaknya terus mengimbau kepada masyarakat dalam hal ini yang menjadi peserta adalah siswa SMK. Karena sudah menjadi tugas dan fungsi Kesbangpol untuk selalu mengimbau agar menghindari radikalisme.

“Salah satu yang harus kami lakukan adalah dengan membentengi anak muda melalui kegiatan positif sehingga terhindar dari radikalisme,” ujarnya.

Dalam pendidikan politik, pihaknya juga akan menanamkan rasa kecintaan terhadap bangsa Indonesia. Menurutnya, untuk menghadapi persaingan MEA nanti tentu harus disiapkan SDM dan SDA, dengan cara mulai sejak dini harus ditanamkan kecintaan terhadap produk lokal sehingga rasa cinta dan bangga terhadap bangsa itu terus tumbuh.

“Harus ditanamkan sejak dini, agar mereka memiliki kecintaan kepada Indonesia,” tambahnya.

Namun, dirinya menyayangkan pendidikan politik tersebut hanya dilakukan satu kali dalam setahun. Idealnya kegiatan ini dilaksanakan per-kecamatan, sehingga dalam setahun bisa dilakukan 11 kali. Untuk itu, pihaknya terus mendorong agar Kesbangpol dapat lebih diperhatikan khususnya dalam hal anggaran.

“Karena masalah pendidikan politik, wawasan kebangsaan, cinta tanah air itu adalah hal yang penting,” tuturnya.

Menurutnya, selama ini perhatian pemerintah masih relatif, anggaran pendidikan politik mencapai sekitar Rp 68 juta. Namun, frekuensi dan variasi kegiatan perlu ditambah karena jika satu kali dalam setahun dirasa masih kurang. Diharapkan dengan pendidikan politik juga mampu mendongkrak tingkat partisipasi pemilih pemula dalam pemilu selanjutnya.

“Kegiatan ini juga bisa menjadi pemicu untuk meningkatkan partisipasi pemilih pemula,” tutupnya. (Rysko/ Ed: Siti Rahma/Yulia S – Diskominfo)

Bagikan post melalui :