media conference

Wali Kota Mohammad Idris dan Wakil Wali Kota Pradi Supriatna bertemu dan bersilaturahim dengan para jurnalis Kota Depok di ruang Wali Kota. (Foto : Bima/Diskominfo)

depok.go.id – Setahun kepemimpinannya di Kota Depok, Duet Mohammad Idris dan Pradi Supriatna seperti tidak perlu beradaptasi lagi. Pengalaman Mohammad Idris yang pernah jadi wakil wali kota, dan Pradi yang berlatar belakang pengusaha membuatnya sangat paham apa yang harus dilakukan. Tak heran, baru menjabat setahun di Kota Depok, mereka sudah mampu membuat Depok makin dilirik investor.

Atas prestasi itu, tahun ini Tempo Media Grup memberikan penghargaan, Depok sebagai kota yang berpotensi besar untuk investor, serta penghargaan Pasar Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk Pasar Sukatani.

“Penghargaan Tempo Media Grup menilai dari sisi lokasi dan keramaian yang diperlihatkan Kota Depok. Sedangkan Pasar Sukatani dinobatkan sebagai pasar ber-SNI, karena memiliki sarana dan prasarana yang menunjang dan mengantarkan Kota Depok memiliki perkembangan ekonomi yang cukup tinggi se-Jawa Barat yaitu, sebesar tujuh persen,” ujar Wali Kota Depok, Mohammad Idris saat menerima kunjungan wartawan di ruang kerjanya di Balaikota Depok, Kamis (16/02/17).

Menurutnya, pihaknya cukup serius dalam mengelola pemerintahan sesuai dengan janji kampanyenya dulu. Begitu pun dengan 10 program kampanyenya, terus diupayakannya agar bisa direalisasikan.

“Kami sudah menaikkan dana insentif RT, RW dan LPM pada anggaran perubahan. Terkait alun-alun kota, kita juga akan lombakan untuk desainnya. Revitalisasi pasar tradisional dan 1.000 kios dan los UMKM sebagian sudah terlaksana dan sisanya masih proses. Kami juga telah memberikan perhatian kenaikan insentif kepada 1.811 guru dan kami telah menganggarkan dana untuk pembimbing rohani,” jelasnya.

Adapun program lainnya yang sudah terealisasi adalah Depok peduli pendidikan, Puskesmas rawat inap 24 jam, taman kota terpadu di tiap kelurahan, pusat kesenian, budaya dan kreativitas pemuda, sentra ekonomi industri kreatif serta peningkatan dana operasional kader Posyandu dan Posbindu.

Penulis: Vidyanita
Editor: Dunih dan Yulia Shoim

Diskominfo

Bagikan post melalui :