tipiring

Sebanyak 17 pedagang kaki lima (PKL) yang terjaring penertiban Satpol PP Kota Depok menjalani sidang tindak pidana ringan (tipiring) di Kantor Pengadilan Negeri Depok, Kamis (16/02/2017). (Foto : Rysko/Diskominfo)

depok.go.id – Sebanyak 17 pedagang kaki lima (PKL) yang terjaring penertiban Satpol PP Kota Depok menjalani sidang tindak pidana ringan (tipiring) di Kantor Pengadilan Negeri Depok, Kamis (16/02/2017). Selain diwajibkan membayar denda, para PKL juga dilarang kembali berjualan di trotoar.

Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan, Bogy Sonjaya mengatakan, sidang tipiring diikuti sedikitnya 17 PKL. Kegiatan penertiban terhadap PKL ini memang secara rutin dilakukan, demi menjaga keamanan, kenyamanan dan ketertiban Kota Depok agar sesuai dengan tagline, Depok a Friendly City.

“Mereka pedagang kaki lima di depan SMAN 1 Depok dan Jalan Margonda Raya, mereka disidang karena melanggar Perda No 16 tahun 2012 Pasal 14 tentang Ketertiban Umum dengan berjualan di trotoar jalan,” tambahnya.

Selain PKL, dalam tipiring juga terdapat empat orang yang menjalani sidang karena terjaring operasi yustisi yang dilaksanakan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Keempat orang yang terjaring di wilayah Bojongsari oleh petugas Disdukcapil ini kedapatan melanggar Perda No 10 tahun 2015 Pasal 81, tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan.

“Baik PKL maupun yustisi, mendapatakan denda antara Rp 30-40 ribu. Total denda sebesar Rp 460 ribu dan disetorkan ke kas pendapatan daerah Kota Depok,” tutupnya.

Penulis: Rysko
Editor: Dunih dan Yulia Shoim

Diskominfo

Bagikan post melalui :