Walikota Depok Nurmahmudi Ismail memerintahkan penghentian pengurukan bantaran sungai Ciliwung. “Kami perintahkan moratorium pengurukan untuk pembangunan di Taman Anyelir ini. Saya berharap Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah duduk bersama dan membahas soal batasan sepadan sungai”, ungkap Beliau.

Seperti diketahui, saat ini terjadi pengurukan bataran Ciliwung yang melintasi Kota Depok untuk pembangunan perumahan. Masalah lingkungan di sekitaran sungai ciliwung sepanjang Kota Depok ini dibahas dalam pertemuan di Rumah Makan Saung Fitri, Pancoran Mas Depok, pada Sabtu (16/03/2013).

Selain Walikota Depok, hadir pula dalam pertemuan tersebut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Badan Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, aktifis Ciliwung Bersih Erna Witoelar, dan  Ir. Pitoyo Suabdrio selaku Direktur Sungai dan Pantai, Ditjen SDA, Kementrian PU.

Dialog yang dimulai pukul 12.00 WIB ini membahas tentang garis sepadan sungai yang selama ini sering disalahgunakan oleh warga dan bisa membahayakan. Dalam dialog tersebut, Komunitas Ciliwung mengutarakan keluhan mereka tentang pembangunan yang menyalahi aturan sepadan sungai, antara lain pembangunan perumahan di Taman Anyelir 3 dan pengerukan rawa di Jati Mulia. “Penyegelan sudah dilakukan oleh BLH, namun pengurukan tetap saja dilakukan, ” keluh warga Taman Anyelir 3 dalam dialog tersebut.

Mendengar keluhan warga tersebut, Nur Mahmudi meninjau langsung ke Taman Anyelir pada hari itu juga. Dalam peninjuan tersebut, Nur Mahmudi melihat pengurukan tanah yang dinilai bisa menyebabkan terjadinya penyempitan aliran air sungai sehingga bisa menyebabkan banjir.

Pemimpin Kota Belimbing ini menyarankan agar Daerah Aliran Sungai (DAS)  dibebaskan kembali, tidak ada proses ajudikasi lagi di daerah DAS, dan secara perlahan melakukan pembebasan kembali untuk wilayah konservasi air.

“Tidak boleh membangun di sepadan sungai, biarpun ada sertifikat tetap tidak boleh,karena bisa mempersempit kapasitas sungai, ” tegas Pitoyo.

Bagikan post melalui :