IMG_0787

depok.go.id – Penyesuaian iuran BPJS Kesehatan per 1 April 2016 belum banyak diketahui oleh masyarakat. Kantor Cabang BPJS Kesehatan Kota Depok mengundang wartawan untuk melakuan sosialisasi terkait penyesuaian tersebut.

Sosialisasi itu menyusul penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden No. 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan.

“‎Jadi aturan yang lama tentang jaminan kesehatan itu diubah. Terdapat perubahan -perubahan penting yang patut diketahui oleh masyarakat,” kata Kepala Departemen Hukum, Komunikasi Publik, Kepatuhan, dan Keuangan BPJS Kota Depok, Rodiatun,  kepada pers, Rabu (16/03/2016).

Sosialisasi aturan baru ini menghadirkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Noerzamanti Lies, Ketua IDI Kota Depok, Sukwanto Gamalyanto, serta perwakilan dari Asosiasi Rumah Sakit Indonesia (ARSI). Dalam aturan baru itu, nantinya ada penambahan kelompok peserta PPU dan penyesuaian hak kelas perawatan peserta PPU.

“‎Rasionalisasi tarif ini diharapkan akan berdampak secara langsung terhadap kualitas layanan kesehatan untuk masyarakat,” jelasnya, di Ruang Bougenvile Balaikota Depok.

Adapun besaran iuran untuk Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) atau disebut peserta mandiri yaitu, PBPU kelas III Rp 30.000, kelas II Rp 51.000, dan kelas I Rp 80.000.

Pada peraturan sebelumnya, iuran PBPU kelas III Rp 25.500, kelas II Rp 42.500, dan kelas I Rp 59.500. Adapun iuran untuk peserta PBI di aturan sebelumnya sebesar Rp 19.225 per orang per bulan. Khusus iuran JKN untuk peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), yakni Rp 23.000 per orang per bulan.

Besaran iuran ini juga berlaku bagi PBI yang didaftarkan oleh pemerintah daerah atau integrasi jaminan kesehatan daerah dengan JKN. (Nurul Hasanah/Diskominfo)

Bagikan post melalui :