Wali Kota Depok Mohammad Idris. (Foto : Diskominfo)

depok.go.id-Peristiwa penembakan yang dialami puluhan jemaah salat Jumat di Masjid Al Noor, Kota Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/03) siang, menuai kecaman dunia internasional. Bahkan, Wali Kota Depok Mohammad Idris mengecam aksi yang dilakukan Brenton Tarrant (28 tahun) asal Australia, sebagai perbuatan teroris yang harus dihukum seberat-beratnya.

“Perbuatan teror dan keji ini tidak bisa dibiarkan dan pelaku sudah semestinya dihukum seberat-beratnya,” ujar Mohammad Idris, kepada depok.go.id, Sabtu (16/03/2019).

Dirinya juga meminta agar pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Kedutaan Besar (Kedubes) RI di Wellington, Selandia Baru untuk mengecam dan mengutuk pelaku. Serta menuntut keadilan sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Saya meminta kepada pemerintah Indonesia, melalui Menteri Luar Negeri dan Kedubes RI di sana untuk mengecam dan mengutuk pelaku. Termasuk, menuntut peradilan setempat agar menegakkan hukum dan melakukan pembelaan terhadap kebenaran dengan adil, dan menghukum pelakunya sesuai hukum yang berlaku di tempat tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, menurut KBRI Wellington, ada 49 orang tewas, terdiri atas 41 orang di Masjid Al Noor, 7 orang di Masjid Linwood, dan seorang lagi tewas saat dirawat di RS pascapenembakan. Selain itu, ada puluhan orang yang masih dirawat di rumah sakit akibat peristiwa itu.

Di antara korban luka, terdapat dua orang WNI yang merupakan ayah-anak bernama, Zulfirmansyah dan Mohammad Rais. Ada juga seorang WNI bernama Muhammad Abdul Hamid yang masih dinyatakan hilang.

Dari enam WNI yang diketahui berada di Masjid Al Noor pada saat kejadian penembakan, lima orang telah melaporkan ke KBRI Wellington dalam keadaan sehat dan selamat. Sementara 1 orang atas nama Muhammad Abdul Hamid belum diketahui keberadaannya. Demikian informasi KBRI Wellington dalam keterangan tertulisnya berdasarkan update pukul 23.30 waktu setempat, Jumat (15/3).

Adapun keterangan dari Masjid Linwood, KBRI Wellington menyebutkan terdapat dua WNI, seorang ayah dan anaknya, yang tertembak. Kondisi sang ayah atas nama Zulfirmansyah masih kritis dan dirawat di ICU RS Christchurch Public Hospital. Sementara anaknya dalam keadaan stabil.

Penulis : Pipin Nurullah

Editor: Dunih

Diskominfo

Bagikan post melalui :