depok.go.id – Upaya mendorong konsumsi Protein Asal Hewan (PAH) dilakukan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Depok dengan menggelar kegiatan Gerakan Intensif Minum Susu dan Makan Telur (Gerimis Telur). Kegiatan ini, melibatkan 2000 siswa yang tersebar di 6 sekolah se-Kota Depok.

“Pada tanggal 25 April 2018 mendatang, sebanyak 500 siswa akan mengikuti acara Gerimis Telur yang dipusatkan di Balai Kota, sedangkan 1500 siswa lainnya akan mengikuti acara serupa di enam sekolah yang telah ditetapan. Jadi semacam roadshow,” ujar Kepala DKPPP Kota Depok, Farah Mulyati di ruang kerjanya, Senin (16/04/18).

Dia menambahkan, acara Gerimis Telur ini juga dimaksudkan sebagai pembelajaran bagi siswa agar memahami dan membiasakan diri untuk menerapkan pola makan yang Bergizi, Beragam, Seimbang, Aman (B2SA). Kegiatan tersebut juga merupakan wujud perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terhadap gizi anak, khususnya di usia Sekolah Dasar (SD)

“Gerimis Telur memberi edukasi kepada siswa agar memahami dan membiasakan diri untuk menerapkan pola makan secara B2SA. Karena dengan pola makan tersebut, akan meningkatkan gizi dan kecerdasan anak,” tambahnya.

Dia juga mengatakan, pembelajaran yang diberikan tidak hanya terkait pentingnya B2SA, namun  melalui acara tersebut pemerintah mengajak siswa untuk biasa makan dengan menu berkualitas dan berbahan lokal sejak dini.

“Telur dan susu adalah makanan dengan gizi yang tinggi. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini orang tua bisa membiasakan anak-anak mereka untuk rutin mengonsumsi telur dan susu,” harapnya.

Adapun enam sekolah yang menjadi sasaran DKPPP melakukan roadshow antara lain, SDN Ratujaya 3 Kecamatan Cipayung, SDN Cilangkap 8 Kecamatan Tapos, SDN Cimpaeun 1 Kecamatan Tapos, SDN Pancoran Mas 1 Kecamatan Pancoran Mas, SDN Tugu 4 Kecamatan Cimanggis, SDN Palsi Gunung Selatan Kecamatan Cimanggis.

Sedangan dua sekolah yang akan mengikuti Gerimis Telur di Balai Kota adalah SDN Cipayung 3 Kecamatan Cipayung dan SDN Beji 6 Kecamatan Beji.

Penulis: Vidyanita

Editor: Dunih dan Rita Nurlita

Diskominfo

Bagikan post melalui :