depok.go.id – Keberadaan perempuan di Kota Depok, kini tidak lagi sekadar jadi penonton dalam pembangunan. Perempuan Depok juga punya peran signifikan dengan keberadaannya di lembaga eksekutif, serta di lembaga legislatif dengan jumlah sebanyak 19 orang anggota perempuan dari total 50 orang anggota DPRD Kota Depok.

Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Pengarusutamaan Gender Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok, Nancy Olivia Rossa mengatakan, dari angka tersebut dapat terlihat pengaruh perempuan dalam kebijakan pemerintah di Depok cukup tinggi, sehingga sistem pemerintahan menjadi semakin inklusif dan demokratis.

“Terkadang dalam membuat kebijakan ada hal yang tidak bisa dipahami oleh seorang laki-laki. Seperti misalnya membuat regulasi terkait pembuatan trotoar, seorang perempuan pasti akan paham kebutuhan dia akan trotoar yang tidak tinggi,” ujar Nancy, ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (16/04/2018).

Ditambahkannya, DPAPMK Kota Depok fokus menjalankan tugasnya dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan, terlebih yang duduk sebagai anggota legislatif (aleg). Sehingga diperlukan peningkatan kapasitas agar kemampuan mereka sama dengan laki-laki.

“Insya Allah, tanggal 20 April nanti DPAPMK bersama Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kota Depok akan berkolaborasi mengundang aleg perempuan, yang pernah menjadi aleg, yang akan mencalonkan diri menjadi aleg, kader partai politik (parpol), hingga tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam menambah pemahaman pentingnya ranah politik ini bagi perempuan,” tandasnya.

Penulis: Nurul Hasanah

Editor: Dunih dan Rita Nurlita

Diskominfo

Bagikan post melalui :