Endang Pirtana (35 tahun) tsopir mobil ambulans di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok. (Foto : Diskominfo)

depok.go.id – Bagi Endang Pirtana (35 tahun) tidak pernah terpikirkan sebelumnya bakal menjadi sopir mobil ambulans di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok. Namun, sejak tahun 2008 takdir membawanya menjadi pengemudi ambulans yang harus dijalani dengan sepenuh hati.

Dia mengaku menjadi sopir ambulans harus penuh dedikasi, karena terkait dengan jiwa manusia. Jika terlambat dirinya membawa pasien dari RSUD Depok ke rumah sakit rujukan, bisa saja nyawa pasien yang dibawanya tidak akan tertolong.

“Sebenarnya saya sangat menyukai profesi saya, karena bisa memacu adrenalin saat membawa pasien di dalam ambulans,” ujar Endang, di RSUD Depok, Rabu (16/05/2018).

Dirinya mengaku saat membawa mobil ambulans sering menemui kesulitan di jalan. Hal ini karena masih banyaknya pengendara yang tidak memberinya jalan, meskipun dalam keadaan darurat.

“Kesulitannya kadang motor atau mobil kurang memahami keberadaan kami, sehingga tidak memberi jalan walaupun kami sudah menyalakan rotator,” ucapnya.

Dalam menjalankan profesi ini, dirinya memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) dan waktu respons yang harus ditaati. Karena itu, pengertian dari sesama pengendara sangat diharapkan baginya.

“Responsif kami 5 menit sejak permintaan masuk sampai kendaraan siap jalan, kalau sudah rapi semua baru kita bawa pasien ke rumah sakit rujukan,” tandasnya.

Penulis: Nurul Hasanah

Editor: Dunih

Diskominfo

Bagikan post melalui :