depok.go.id-Komunitas Sahabat Idris (Sahid) akan menggelar mudik gratis untuk 1000 orang dengan tujuan daerah Tegal, Semarang, Yogyakarta, Klaten, Solo dan Wonogiri. Rencananya pemudik akan diberangkatkan dari Balai Kota Depok pada tanggal 30 Mei 2019, jam 09.00, setelah dilepas oleh Wali Kota Depok, Mohammad Idris.

Sekretaris Jenderal Sahid, Syamsu Rizal mengatakan, mudik gratis ini merupakan salah satu bentuk ikhtiar Sahid dalam melayani dan bersinergi dengan masyarakat Kota Depok yang berasal dari daerah Jawa.

Guna mempermudah masyarakat mendapatkan informasi mudik gratis, pihaknya telah mengeluarkan rilis resmi melalui website www.sahabatidris.com

“Flyer resmi serta ketentuan mudik gratis semuanya sudah kami cantumkan pada website resmi kami” ujarnya kepada depok.go.id, Kamis (16/05/2019)

Dikatakannya, biaya dalam kegiatan mudik gratis tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), namun berasal dari sumbangan anggota sahid dan sponsor.

“Kegiatan ini murni secara kolektif dari para anggota komunitas Sahid yang tersebar di 63 kelurahan serta bantuan dari beberapa sponsor,” katanya.

Rizal menjelaskan, bagi warga yang berminat diwajibkan melakukan pemesanan kursi terlebih dahulu kepada panitia sesuai dengan tujuan keberangkatan. Yaitu untuk tujuan Tegal-Pekalongan-Semarang di nomor 08111782678 (Mutia), Yogyakarta-Klaten di nomor 082112011594 (Syarif), dan Solo-Sukoharjo-Wonogiri dengan nomor 085776335717 (Amsir).

“Peserta mudik gratis yang telah melakukan pemesanan, dapat mengambil formulir resmi di sekretariat komunitas Kampung Kita Depok (K3D) pada hari Sabtu-Senin, 18-20 Mei 2019 pukul 09.00 -14.00 WIB. Peserta mudik gratis yang telah mengisi formulir akan diberikan tiket keberangkatan,” jelasnya.

Rizal juga meminta peserta mudik membawa Kartu Keluarga (KK) dan KTP asli untuk dicocokkan Nomor Induk Kependudukan (NIK)-nya. “Jika pada saat keberangkatan, nama dan NIK tidak sesuai dengan yang tertera pada tiket, panitia berhak membatalkan keberangkatan peserta yang bersangkutan,” ucapnya.

Penulis Janet Swastika

Editor : Dunih

Diskominfo

Bagikan post melalui :