ikan botiadepok.go.id – Badan Penelitian dan Pengembangan Budi Daya Ikan Hias (Balitbangdias) turut memamerkan ikan botia dalam ajang Rekreasi, Edukasi, Informasi, Komunikasi, Konservasi, Atraksi (REIKKA) 2015 di halaman kantor PBB Balai Kota Depok. Ikan yang memiliki nama latin chromobotia macracanthus bleeker atau dikenal dengan nama dagangnya clown lowach, merupakan ikan asli perairan Indonesia, khususnya sungai-sungai di Sumatera Selatan dan Kalimantan.

“Kami ingin memperkenalkan ikan asli Indonesia yang sangat indah dan punya daya jual yang tinggi di REIKKA ini,” ujar Zamroni, Peneliti Balitbangdias, Rabu (16/09/2015).

Zamroni mengatakan, ikan ini sangat populer untuk para penggila ikan hias baik di dalam maupun luar negeri, sehingga ekspornya tidak pernah berkurang dari tahun ke tahun. Akan tetapi, Zamroni menyayangkan bahwa ikan ini masih susah untuk ditangkarkan, sehingga kelestariannya di alam dapat terancam karena penangkapan yang terus menerus.

“Akibat penangkapan yang tidak pernah berhenti, saat ini ikan hias botia terancam kelestariannya. Oleh karena itu, Balitbangdias berupaya melakukan penelitian guna pembenihan ikan botia,” imbuhnya.

Zamroni juga mengungkapkan, sejak tahun 2009 Balitbangdias sudah berhasil memproduksi massal ikan hias botia. Bahkan, sejak tahun 2012 pengembangan teknologi pembenihan ikan ini sudah dilakukan di berbagai daerah khususnya daerah endemik ikan botia, seperti di Musibanyuasin (Sumatera Selatan), serta di Katingan dan Kasongan (Kalimantan Tengah).  Zamroni menuturkan, tujuan pembenihan ini agar ikan botia terjaga kelestariannya dan juga bisa memenuhi kebutuhan pasar.

“Nilai jual ikan botia ini di kisaran harga Rp 5.000/ekor untuk ukuran sekitar 2 inci. Biasanya pemasaran terbesar untuk negara-negara Eropa dan ini menjadi peluang bisnis yang sangat besar” tutupnya. (Nurul Hasanah/Ed: Fahrudin  Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :