Reika_2depok.go.id – Balai Penelitian dan Pengembangan Budi Daya Ikan Hias (Balitbangdias) kembali mengadakan REIKKA (Rekreasi, Edukasi, Informasi, Komunikasi, Konservasi, dan Atraksi) di aula lantai 1 Balai Kota Depok, Rabu (16/09/15). REIKKA merupakan event nasional yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya dengan menggandeng Pemerintah Kota Depok, khususnya Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan).

Kegiatan pada REIKKA kali ini berupa peluncuran buku REIKKA, presentasi keynote speaker, simposium nasional ikan hias I, workshop, serta gelar teknologi dan pameran. Sementara untuk sasaran peserta berasal dari mahasiswa, lembaga penelitian dan perekayasaan, penyuluh perikanan, asosiasi ikan hias, pembudidaya, pelaku usaha ikan hias, komunitas, serta siswa sekolah dasar.

Melalui tema “Sinergitas Stakeholder Ikan Hias untuk Mendukung Perikanan Budidaya yang Mandiri” ini diharapkan bibit sinergitas yang telah dibangun antar stakeholder pada kegiatan REIKKA terdahulu dapat lebih diperkuat, sehingga bisa mendukung perikanan budi daya di Indonesia secara keseluruhan.

Dalam sambutan Wakil Walikota Depok, Idris Abdul Shomad yang juga secara simbolis membuka kegiatan tersebut berharap pada REIKKA kali ini akan tersusun road map kegiatan gabungan untuk peningkatan masyarakat Indonesia, penguatan sumber daya manusia, dan transfer  budi daya ikan hias ke stakeholder.

“Menjadi pembudidaya ikan hias tidaklah mudah, banyak kendala yang dialami seperti kematian akibat kanibalisme, serta harga pakan yang tinggi. Saya berharap kendala tersebut janganlah dijadikan alasan untuk berhenti berbudidaya, justru jadikan penyemangat untuk banyak belajar secara lebih serius kepada para ahlinya,” ujar Idris.

Sementara itu, Kepala Balitbangdias, Tri Heru Prihadi menyampaikan bahwa kegiatan ini digunakan sebagai sarana promosi, pengenalan, penyadaran publik, serta transfer ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) kepada masyarakat luas tentang semua hal yang berhubungan dengan ikan hias.

“Semoga kegiatan ini bermanfaat untuk teknologi budi daya ke depan, serta mampu mendorong suatu daerah untuk mengembangkan potensi lokalnya,” tutur Tri. (Vidyanita/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :