maggotdepok.go.id – Upaya memudahkan pemberian pakan dan meminimalisir biaya, Balai Penelitian dan Pengembangan Budi Daya Ikan Hias (Balitbangdias) melakukan ternak maggot. Pasalnya, hampir seluruh ikan yang dibudidayakan tersebut mengonsumsi maggot setiap harinya.

“Maggot yang kami gunakan ini dibuat sendiri dengan memeliharanya,” tutur Peneliti Balitbangdias, Zamroni pada acara Rekreasi, Edukasi, Informasi, Komunikasi, Konservasi, dan Atraksi (REIKKA) di Balai Kota Depok, Rabu (16/09/2015).

Media yang digunakan untuk melakukan ternak maggot ini menggunakan PKM limbah kelapa sawit. Proses yang dilakukan untuk berternak dimulai dengan meletakkan telur maggot pada PKM limbah kelapa sawit. Jika sudah menetas, maggot dipisahkan dengan limbah tersebut.

Maggot yang dapat diberikan sebagai pakan ikan yaitu yang sudah mencapai tujuh hari, sepuluh hari, atau dua minggu. Jika didiamkan saja selama empat puluh hari, maggot akan berubah menjadi lalat.

Di samping itu, limbah kelapa sawit yang sudah digunakan untuk ternak maggot tersebut tidak dibuang begitu saja, namun dapat digunakan juga sebagai pupuk.

“Limbah kelapa sawit yang sudah digunakan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk, maka seluruh proses berternak ini sangat menguntungkan,” tutup Zamroni.  (Indri/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :