teknologi resirkulasidepok.go.id – Saat ini semakin banyak orang yang membudidayakan ikan, termasuk ikan hias. Adapun untuk meminimalisir penggunaan air, Balai Penelitian dan Pengembangan Budi Daya Ikan Hias (Balitbangdias) menggunakan teknologi resirkulasi.

“Kami melakukan budi daya menggunakan teknologi resirkulasi untuk menghemat air dan tempat,” tutur peneliti Balitbangdias, Zamroni pada acara Rekreasi, Edukasi, Informasi, Komunikasi, Konservasi, dan Atraksi (REIKKA) di Balai Kota Depok, Rabu (16/09/2015).

Pada prosesnya, teknologi ini membutuhkan media untuk mengolah air menjadi tetap bersih. Alat yang digunakan yaitu dakron untuk menyaring air, bioball untuk menumbuhkan bakteri pengurai, serta kulit kerang untuk menstabilkan pH dalam air.

Bahan lain yang digunakan yaitu pipa peralon yang nantinya berfungsi untuk memompa air, sehingga proses filtrasi dapat terjadi dengan sendirinya.

Lebih lanjut, penggunaan teknologi ini dapat bertahan hingga beberapa bulan agar air yang digunakan lebih sedikit, sehingga dapat mendukung program penghijauan.

“Jika menggunakan teknologi ini secara tidak langsung kita akan mendukung gerakan go green karena meminimalisir penggunaan air dan wadah lainnya,” tambah Zamroni.

Adapun keunggulan menggunakan teknologi resirkulasi, di antaranya memiliki kepadatan yang tinggi, tidak perlu pengganti air, kualitas air lebih terjaga (suhu, DO, pH, Nh3, dan No2), serta mengurangi stress pada ikan. (Indri/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :