ikan guppydepok.go.id – Bagi para pecinta ikan hias, ikan guppy adalah ikan yang sudah tidak asing lagi, karena cirinya cukup menonjol dibanding ikan hias lainnya. Ciri tubuhnya yang memiliki ekor melebar dengan corak warna yang cukup kontras serta mencolok itulah yang selalu menjadi pusat perhatian bagi penikmatnya.

Hal itu diakui oleh pembudidaya ikan hias, Maulana Ibrahim. Dirinya mengatakan, ikan guppy memiliki nilai ekonomi tinggi karena variasi warna yang dimilikinya menarik dan bentuk sirip yang beragam, pemeliharaan dan pemijahan mudah, serta tidak terlalu berpengaruh pada perubahan temperatur dan kualitas air lainnya.

“Ikan guppy paling diminati pecinta ikan hias khususnya jika diletakkan pada aquascape. Karakternya yang bergerombol, mampu menarik perhatian bagi penikmatnya,” ujar Maulana yang mengisi satu stand pada kegiatan REIKKA (Rekreasi, Edukasi, Informasi, Komunikasi, Konservasi dan Atraksi) yang digelar Balai Penelitian dan Pengembangan Budi Daya Ikan Hias (Balitbangdias), di halaman Kantor PBB, Balai Kota Depok, (16/09/15).

Pria yang juga tergabung dalam komunitas ikan hias ini mengaku sudah menekuni budi daya ikan hias selama delapan tahun.  Harga yang relatif terjangkau, yaitu kisaran Rp 5 ribu sampai 10 ribu, Maulana mampu menjual ikan hias hingga pelosok-pelosok dengan omzet rata-rata Rp 5 juta perbulan.

“Budi daya ikan guppy tidak memerlukan infrastruktur mahal. Cukup dengan perlengkapan sederhana, kita bisa membiakkan ikan ini, yang penting ada kemauan. Ini adalah hobi yang dibayar,” tuturnya.

Selain ikan guppy, dia juga menjual jenis ikan hias lain, seperti cupang, neon, lobster mini, dan kura-kura. Maulana berharap pemerintah mau mendukung petani ikan secara maksimal khususnya dalam hal pengembangan usaha, karena menurutnya budi daya ini yang sangat mudah, baik dalam segi pemasaran maupun kontrolnya. (Vidyanita/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :