depok.go.id – Upaya menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), Pemkot Depok nantinya akan dibantu oleh kehadiran Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI). Pembangunan RSUI saat ini setidaknya sudah 39 persen berjalan.

Penekanan AKI dan AKB yang dimaksud, yakni RSUI akan menyediakan ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dan ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU), di mana fungsi ruang NICU dan PICU ini yaitu sebagai ruang perawatan intensif untuk bayi (sampai usia 28 hari) dan anak-anak yang memerlukan pengobatan dan perawatan khusus, guna mencegah dan mengobati terjadinya kegagalan organ-organ vital.

“Kami berupaya membantu Pemkot Depok menekan AKI dan AKB dengan menyediakan ruangan NICU dan PICU di RSUI,” ujar Kepala RSUI, Julianto Witjaksono, belum lama ini.

Lebih lanjut, dia mengatakan saat ini RSUD Kota Depok diyakini belum memiliki fasilitas NICU dan PICU dan diharapkan dengan adanya ruang perawatan intensif untuk bayi dan anak tersebut, RSUI dapat menjadi rujukan semua rumah sakit di Depok apabila membutuhkan ruangan NICU dan PICU.

“Silahkan bagi RS yang ada di Depok merujuk ke RSUI apabila ditemui kasus pasien yang membutuhkan ruang NICU dan PICU ini,” imbuhnya.

Dirinya juga mengungkapkan bahwa ruang NICU umumnya berguna untuk observasi bayi baru lahir secara intensif dengan melakukan terapi oksigen, mendapatkan terapi intervena, dan pemberian makanan melalui alat, sedangkan untuk ruang PICU, anak yang dirawat ialah anak yang mengalami masalah pernafasan akut, kecelakaan berat, komplikasi, dan kelainan fungsi organ.

Sementara itu, RSUI sendiri akan dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 75 ribu meter persegi dan didesain tahan gempa hingga 9.0 skala richter dan bakal menjadi satu-satunya RS yang tahan gempa di Indonesia, serta dalam kurun waktu 2 hingga 3 tahun pertama operasinya, RSUI siap melayani peserta BPJS Kesehatan dan juga warga kurang mampu di Depok.

“Insya Allah kami siap kolaborasi dengan Pemkot Depok dalam hal mengatasi masalah kesehatan di masyarakat,” tutupnya. (Nurul Hasanah/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :