Wali Kota Membuka Kegiatan MTQ XVIII Tingkat Kota Depok 6

Wali Kota Depok, Mohammad Idris. (Foto : Bima/Diskominfo)

depok.go.id – Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Kota Depok yang dimulai dari tanggal 16-18 November 2017, menjadi langkah nyata Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam membangun generasi yang religius dan berprestasi. Namun, prestasi dalam MTQ tersebut, harus diraih dengan cara yang jujur dengan tidak melibatkan warga luar Depok untuk menjadi peserta.

“Selamat mengikuti perhelatan ini, mari kita prioritaskan kejujuran. Saya tidak ingin, ada peserta cabutan yang mewakili bukan dari kecamatannya, apalagi dari luar Kota Depok,” kata Wali Kota Depok, Mohammad Idris saat meresmikan acara MTQ tahun 2017, di Halaman Masjid Jami Al Istiqomah Sukmajaya, Kamis (16/11/2017).

Mohammad Idris meminta kepada dewan hakim untuk menindak tegas kafilah yang tidak jujur, yaitu dengan mendiskualifikasi peserta cabutan tersebut. Hal itu, dilakukan sebagai bentuk pembelajaran kepada semua pihak, khususnya untuk generasi muda Kota Depok.

“Kita ingin anak-anak Depok, benar-benar generasi yang berkualitas. Ketika dia berhasil menjadi juara di tingkat provinsi atau nasional, ia benar-benar mewakili Kota Depok,” tegasnya.

Senada dengan pernyataan Mohammad Idris, Camat Sukmajaya Taufan Abdul Fatah mengatakan, ajang ini merupakan momentum bagi Kota Depok melihat sejauhmana kualitas dan potensi warganya. Jika sampai terjadi hal yang tidak diinginkan, dikatakannya, tentu akan mencoreng nilai dan tujuan dasar ditetapkannya perlombaan ini.

“Tentunya, saya setuju dengan apa yang disampaikan Pak Wali Kota. Kalau bukan dari lokal daerah tersebut, harus menjadi bahan pertimbangan oleh dewan hakim. Selain akan mencoreng nama baik daerah yang ia wakili, lebih khususnya lagi tujuan dari pencarian bibit potensi asli Depok menjadi hilang. Tentunya, ini menjadi kerugian tersendiri,” tutupnya.

Penulis: Pipin Nurullah
Editor: Dunih  dan Rita Nurlita

Diskominfo

Bagikan post melalui :