manto

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok, Manto. (Foto : Diskominfo)

depok.go.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok mencatat sedikitnya ada 16 laporan masuk terkait adanya bencana longsor dan banjir selama sebulan terakhir. Dari 16 laporan tersebut, semuanya telah direspons baik berupa pengerjaan langsung maupun melalui tahapan kajian terlebih dahulu.

“Terhitung sejak 19 Oktober sampai hari ini, sudah terjadi 16 bencana longsor dan banjir. Sebagian sudah tertangani, sebagian lainnya masih dalam tahap kajian. Artinya kita lakukan penanganan sementara dan akan dilakukan penanganan lanjutan pada awal tahun 2018, karena menunggu anggaran Biaya Tak Terduga (BTT),” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok, Manto, di ruang kerjanya, Kamis (16/11/17).

Diakuinya, dari 16 kasus tersebut didominasi bencana longsor. Beralihnya fungsi lahan, dikatakan Manto, menjadi penyebab utama terjadinya bencana tersebut. Ditambah intensitas hujan yang tinggi akhir-akhir ini, menambah parah kondisi di lapangan.

“Belum lagi banyak warga yang melanggar Garis Sempadan Sungai (GSS) dengan mendirikan bangunan di sekitarnya, sehingga menyebabkan air luber. Bahkan, hal tersebut bisa merusak turap yang sudah terbangun. Kalau sudah demikian, pemerintah tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Manto menyebutkan, 16 lokasi longsor dan banjir yang sudah diterima PUPR antara lain, longsor saluran cabang barat Kecamatan Pancoran Mas (Panmas), longsor di sempadan Ciliwung Kecamatan Cipayung, longsor outlet Situ Panmas, longsor di Pondok Jaya, longsor di Perumahan PGRI Cilodong dan sebagainya.

“Kita sudah memasuki musim penghujan dan bulan-bulan ini adalah puncak tertinggi intensitas hujan. Kami mengharapkan kepedulian dari masyarakat terkait adanya potensi bencana longsor dan banjir, dengan melaporkan langsung ke Kantor DPUPR di Jalan Raya Bogor KM 34,5. Mencegah itu kan lebih baik,” tutupnya.

Penulis: Vidyanita

Editor: Dunih  dan Rita Nurlita

Diskominfo

Bagikan post melalui :