Gambar ilustrasi, sumber google.

depok.go.id-Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok telah mengatur retribusi Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kota Depok sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2012 tentang Pengelolaan dan Retribusi Pelayanan Pemakaman dan Pengabuan Mayat. Sesuai aturan tersebut, ahli waris hanya perlu membayar Rp 125 ribu untuk biaya retribusi awal.

“Ya, sudah diatur dalam Perda tersebut. Setiap warga yang ingin memakamkan di TPU yang dikelola pemerintah, diwajibkan membayar retribusi sebesar Rp 125 ribu, untuk pemakaman pertama,” ujar Sekretaris DLHK Kota Depok, Ridwan, di ruang kerjanya, Jumat (16/11/18).

Setelah itu, lanjut Ridwan, warga wajib memperpanjang dengan daftar ulang sebesar Rp 75 ribu, di tahun keempat. Namun, untuk warga dari luar Depok dikenakan biaya sebesar Rp 1.025.000 per orang. Dengan rincian Rp 1 juta untuk retribusi dan Rp 25 ribu untuk pemeliharaan.

“Retribusi ini kan telah diatur dalam Perda tersebut. Tanggung jawab kami hanya menggali dan menutup. Bila ada hal lain, ditanggung pihak keluarga,” katanya.

Senada dengan itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) TPU Abdul Haris mengatakan, untuk 100 meter lahan pemakaman bisa diisi sampai 35 jenazah. Dia merinci, setiap bulan di Depok ada sekitar 10-11 warga yang mengurus Izin Penggunaan Tanah Makam (IPTM) milik pemerintah.

“Lahan makam di Depok masih sangat luas, mencapai 41,2 hektare. Bahkan, warga kami harap tidak perlu membeli lahan untuk pemakaman (swadaya), karena saat ini masih aman,” pungkasnya.

Penulis: Vidyanita
Editor: Dunih
Diskominfo

Bagikan post melalui :