Suasana pelaksaan Musrenbang Kelurahan Meruyung tahun 2019 di Bakoel Samara, Kamis (17/01/2019). (Foto: Janet/diskomifo)

depok.go.id-Sebanyak 36 usulan menjadi fokus bahasan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo. Dari 36 usulan dengan rencana anggaran Rp 3,6 miliar yang telah disaring saat pra-Musrenbang tersebut, akan dirasionalisasikan kembali agar sesuai dengan pagu anggaran yang disediakan sebesar Rp 2,7 miliar.

Lurah Meruyung, Raden Galih Purnaman menuturkan, momen Musrenbang benar-benar dimanfaatkan masyarakat. Usulan yang masuk pun sangat beragam antara lain untuk peningkatan betonisasi jalan sebesar Rp 2,1 miliar. Bantuan sosial Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebesar Rp 180 juta dan rehabilitasi Posyandu sebesar Rp 240 juta.

“Saya sudah memberi tahu ke warga, harus proaktif. Apa pun usulannya kita tampung, baru kemudian kita bahas di dalam Musrenbang ini,” ujarnya kepada depok.go.id usai menggelar Musrenbang Tingkat Kelurahan Meruyung di Bakoel Samara, Kamis (17/01/2019)

Dikatakannya, dalam Musrenbang semua usulan akan dibahas secara musyawarah mufakat. Karena memang ada prioritas pembangunan yang harus didahulukan.

“Pagu anggaran kelurahan sebesar Rp 2,7 miliar, maka usulan yang ada dalam pra-Musrenbang harus dipilah-pilah kembali. Harus sesuai dengan skala prioritas dan visi Kota Depok unggul, nyaman dan religius,” katanya.

Dirinya menambahkan, dalam anggaran Musrenbang kelurahan telah diatur untuk usulan infrastruktur sebesar Rp 1,7 miliar dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) sebesar Rp 1 miliar. Pembagian ini agar dalam pelaksanaan pembangunan menjadi proporsional.

“Di Meruyung infrastruktur sudah cukup baik. Usulan lainnya baik yang berkaitan dengan Kota Layak Anak juga diakomodir dalam pagu kelurahan tersebut, karena semua warga baik dari RT, RW, tokoh masyarakat, FKDS, Forum Anak, PKK dan lainnya turut dalam Musrenbang kali ini,” tutupnya.

Penulis: Janet Swastika
Editor : Dunih

Diskominfo

Bagikan post melalui :