Lurah Boponter, Suryana Yusup saat memberikan pemaparan pada kegiatan Lomba Kinerja dan Inovasi Kelurahan Kota Depok Tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Bagian Pemerintahan Setda Kota Depok di Aula Kantor Kelurahan Bojong Pondok Terong, Cipayung, Jumat (26/10/2018). (Foto : Diskominfo)

depok.go.id-Jelang kegiatan program Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) tahun 2019, Kelurahan Bojong Pondok Terong (Boponter), Kecamatan Cipayung, mulai berbenah. Persiapan dilakukan dengan melibatkan Lima RW sekaligus yaitu, Rw 7, 8, 9, 10 dan RW 11.

“Pelibatan lima RW dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) untuk mengejar pembangunan di wilayah Cipayung yang dinilai masih butuh perhatian. Saat ini, kita sudah melakukan rapat dan mempersiapkan apa saja yang dibutuhkan,” ujar Lurah Boponter, Suryana Yusup, Kamis (17/01/19).

Dikatakannya, pihaknya telah mempersiapkan data warga prasejahtera, Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), data siswa putus sekolah, data lansia hingga data infrastruktur yang harus dibenahi.

“Pemilihan lima RW ini juga sudah berdasarkan seleksi. Lima RW yang terpilih juga merupakan RW yang pembangunannya paling butuh perhatian. Namun, hanya dua RW yang nantinya akan masuk penilaian Provinsi Jawa Barat (Jabar) yaitu Rw 10 dan Rw 11,” tambahnya.

Diakuinya, Boponter juga menjadi salah satu wilayah yang terpilih dalam program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) 2019 yang diselenggarakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR) Republik Indonesia. Dengan adanya kegiatan P2WKSS, akan mempercepat program tersebut.

“Kegiatan P2WKSS ini bisa mempercepat program Kotaku dari Kementerian PUPR. Jadi sama-sama saling bersinergi. Mudah-mudahan kesiapan kami, bisa membawa Boponter jadi lebih baik lagi,” pungkasnya.

Penulis: Vidyanita
Editor: Dunih

Diskominfo

Bagikan post melalui :