Menindaklanjuti pelaksanaan Simposium Nasional Sarapan Sehat pada tanggal 16 Juni 2012 dan Deklarasi Pekan Sarapan Nasional (PESAN) pada 8 Januari 2013 yang dideklarasikan oleh empat organisasi profesi gizi dan pangan, yaitu Perhimpunan Peminat Gizi dan Pangan (Pergizi Pangan) Indonesia, Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI),  Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia (PDGKI), PESAN akan dilaksanakan setiap tahun pada tanggal 14-20 Februari.

Deklarasi PESAN ditandatangani oleh ketua umum dari masing-masing organisasi profesi pangan dan gizi tersebut dan disaksikan oleh Menko Kesra Agung Laksono. Dalam pidatonya beliau mendukung  terciptanya PESAN dan menetapkan untuk dilaksanakan secara tahunan, karena PESAN memiliki dampak yang sangat baik dalam mempercepat tujuan pemerintah, khususnya masalah perbaikan pangan dan gizi.

Pelaksanaan PESAN juga mendapat dukungan dari Kemendagri. Bentuk dukungan nyata tersebut berupa himbauan bagi para Gubernur di seluruh Indonesia untuk melaksanakan PESAN di daerah dengan mengkampanyekan dan mendorong masyarakat menerapkan perilaku sarapan sehat dengan makanan dan minuman yang aman dan bergizi, memenuhi 15-30% kebutuhan gizi menjelang pukul 09:00, sebagai bagian dari perilaku hidup sehat. Selain itu Kemendagri juga menghimbau agar dalam pelaksanaannya melibatkan lintas sektor terkait, lembaga/organisasi kemasyarakatan, sekolah/lembaga pendidikan, pakar gizi dan bermitra dengan swasta/dunia usaha.

Gerakan PESAN dilatarbelakangi oleh kebiasaan kebanyakan masyarakat di Indonesia yang tidak melakukan sarapan. Hasil tinjauan berbagai kajian yang menunjukkan 16,9 hingga 59 persen anak usia sekolah dan remaja, serta 31,2 persen orang dewasa di Indonesia tidak biasa sarapan. Dan berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2010 diketahui bahwa 44,6 persen anak usia sekolah belum berperilaku sarapan sehat atau mengonsumsi sarapan berkualitas rendah.

Padahal, sarapan adalah waktu makan terpenting dalam satu hari yang dapat menunjang kemampuan berpikir, bekerja, dan melakukan aktivitas fisik secara optimal serta mencegah kekurangan atau kelebihan gizi. Berbagai kajian membuktikan bahwa gizi yang cukup dari sarapan membekali tubuh untuk berpikir, beraktivitas fisik secara optimal setelah bangun pagi. Bagi anak sekolah, sarapan terbukti dapat meningkatkan kemampuan belajar dan stamina anak. Oleh karena itu, perlu adanya kegiatan yang dilakukan secara nasional untuk terus meningkatkan penduduk Indonesia akan pentingnya sarapan.

Berdasarkan pertimbangan tersebut PERGIZI PANGAN Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kota Depok akan menyelenggarakan Sarasehan Sarapan Sehat di Kota Depok, Selasa ( 18/02/2014), dengan tema “ Sarapan Sehat Mewujudkan Generasi Bergizi, Sehat dan Cerdas”. Selain itu sehubungan dengan konsolidasi kepengurusan PERGIZI PANGAN Indonesia amanah kongres 2013, maka pada kesempatan ini juga akan berlangsung pelantikan Pengurus Pusat PERGIZI PANGAN Indonesia 2014-2018.

Bagikan post melalui :