wali renja opd

BERI SAMBUTAN: Walikota Depok, Mohammad Idris memberi sambutan dalam Forum Renja OPD Dinas Pendidikan Tahun 2017, di Graha Insan Cita, Kamis (16/02/2017). (Foto: Guntur/Diskominfo)

depok.go.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok memasang target tinggi untuk peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK), khususnya untuk tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanan (TK). Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, pihaknya menargetkan peningkatan APK Kota Depok harus jauh meningkat di tahun 2021.

“Tahun lalu, APK Depok berada dikisaran 56,06 persen. Ditargetkan APK akan meningkat mencapai 86,06 persen pada tahun 2021. Ini akan terus kami dorong agar terwujud,” kata Wali Kota Depok, Mohammad Idris saat membuka Forum Renja OPD 2017 yang diadakan di Graha Insan Cita, Kecamatan Sukmajaya, belum lama ini.

Idris menuturkan, dirinya menginstruksikan langsung kepada setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkot. Untuk saling berkolaborasi melalui visi Depok yang unggul, nyaman, dan religius.

“Melalui visi Depok yang unggul, nyaman, dan religius ini, diharapkan semua instansi dinas saling terkait. Unggul artinya mewujudkan siswa yang kreatif. Unsur nyaman juga perlu dicantumkan. Agar setiap dinas terkait menaruh perhatian lebih kepada dunia pendidikan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Mohammad Thamrin mengungkapkan, APK dibagi dalam beberapa kelompok usia, mulai dari tingkat PAUD hingga SMA dan SMK. “Untuk APK tingkat PAUD dan TK partisipasi berada dikisaran 56 persen,” ucapnya.

Lebih lanjut, sambung Thamrin, jumlah APK tersebut masih belum maksimal, mengingat ada sejumlah data yang belum terhimpun oleh Disdik Depok. Salah satunya adalah data dari TK Al-Qur’an (TKA) dan Raudatul Athfal (RA). Selain itu, masih terdapat beberapa lembaga pendidikan anak usia dini yang belum memperoleh izin.

“Ada 939 lembaga PAUD dan yang sudah memiliki izin ada 700 lembaga PAUD di Depok. Kedepannya, kita akan permudah dalam pengurusan perizinan kepada mereka,” jelasnya.

Kemudian, untuk APK tingkat SD (usia 7 – 12 tahun) mencapai 102 persen. Hal tersebut, disebabkan banyaknya anak-anak yang bertempat tinggal di luar Depok, namun memilih untuk sekolah Depok. Lalu, untuk tingkat SMP sebesar 80 persen dan untuk SMA/SMK sebesar 60 persen.

Selain itu, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Depok, Syamsudin Azhari mengungkapkan, sebagai bagian dari mitra pemerintah, lembaga PGRI Depok siap mendorong setiap program yang dibuat oleh pemerintah. Termasuk memberikan masukan berupa saran kepada pemerintah. Menurut Syamsudin, peningkatan APK kota Depok dapat ditunjang dengan pembangunan sarana dan prasarana sekolah. Untuk itu, dirinya mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh Pemkot, untuk terus melakukan pembangunan gedung sekolah baru.

“Kami setuju dengan rencana pemerintah kota untuk membangun beberapa gedung baru, khususnya ditujukan bagi beberapa sekolah yang masih menumpang di gedung milik sekolah lain,” terangnya.

Dikatakannya, bila target APK kota Depok di tahun 2021 dapat tercapai. PGRI Depok akan membantu mempersiapkan tenaga SDM para pengajarnya.

“Kami akan menyiapkan tenaga pendidiknya, karena pembangunan gedung sekolah baru tak akan bermanfaat, tanpa disertai dengan adanya tenaga pendidik yang berkompeten,” tutupnya.

Angka Partisipasi Kasar (APK) merupakan persentase jumlah penduduk yang sedang bersekolah pada suatu jenjang pendidikan (berapapun usianya) terhadap jumlah penduduk usia sekolah yang sesuai dengan jenjang pendidikan tersebut. APK merupakan indikator yang paling sederhana untuk mengukur daya serap penduduk usia sekolah di masing-masing jenjang pendidikan.

Penulis: Guntur WIdyanto

Editor: Retno Yulianti dan Rita Nurlita

 

 

Diskominfo

Bagikan post melalui :