fopd

Forum OPD Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan di Satlakar Depok 2, Kamis (16/02/2017). (Foto : Nurul/Diskominfo)

depok.go.id – Peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Depok, dilakukan dengan terus melatih kemampuan anggotanya. Pemberian pembekalan dan sertifikasi anggota ini dinilai penting demi keselamatan anggota di lapangan yang selalu bekerja dalam kondisi berbahaya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Yayan Arianto mengatakan, tahun ini pihaknya bakal melaksanakan berbagai pelatihan. Di antaranya pelatihan penyelamatan kebakaran dan penanganan bencana, pelatihan mentalitas dan kesamaptaan bagi aparatur pemadam kebakaran, serta pembinaan pegawai Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.

“Alhamdulillah 180 juru padam kami seluruhnya sudah tersertifikasi oleh Kementerian Dalam Negeri. Namun begitu, kami tetap prioritas meningkatkan kualitas SDM. Termasuk pelatihan dan pendalaman tentang apa itu pemadam kebakaran, penyelamatan dan lain sebagainya,” jelas Yayan, di Satlakar Depok 2, Kamis (16/02/2017).

Sedangkan dari sisi kendaraan operasional yang dimiliki Dinas Damkar dan Penyelamatan, Yayan menyebutkan, saat ini sudah memiliki 48 unit kendaraan yang siap beroperasi jika terjadi bencana kebakaran di Kota Depok. Di antara mobil yang dimiliki Kota Depok antara lain mobil pompa kebakaran 3000-5000 liter, mobil rescue, mobil tangki/suplai air, mobil komando, mobil ambulans, mobil storing, mobil pompa kebakaran kapasitas 1000 liter, dan portabel apung.

“Kami manfaatkan sebaik-baiknya fasilitas yang kami punya. Dengan kendaraan yanga ada ini, kami bersyukur sepanjang tahun 2016 lalu dari 241 kebakaran yang terjadi di Depok, seluruhnya atau sebesar 100 persen bisa kami tangani,” katanya.

Dalam mencegah terjadinya kebakaran di Kota Depok, pihaknya selalu memberi sosialisasi kepada masyarakat. Karena penyebab kebakaran tahun 2016 yang lalu, terbanyak dari korsleting arus pendek, kompor gas, serta penyebab lainnya.

“Bahkan, ada juga kebakaran yang disebabkan karena meledaknya kaleng pembasmi serangga. Dari sini kita dapat melihat, banyak penyebab kebakaran yang dianggap sepele. Tapi, ternyata membawa musibah. Untuk itu, masyarakat harus waspada,” katanya.

Penulis: Nurul Hasanah
Editor: Dunih dan Yulia Shoim

Diskominfo

Bagikan post melalui :