Bappeda Kota Depok melakukan ekspose terkait Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Indeks Kesejahteraan (Inkesra) Tahun 2013 di Aula Lantai 5 Balaikota Depok, Senin (17/03/2014). Turut hadir dalam acara ini Walikota Depok H. Nur Mahmudi Isma’il, Kepala Bappeda Kota Depok Hardiyono, perwakilan dari BPS Pusat yang sekaligus menjadi narasumber Subagyo Wijosumono, Kepala OPD Kota Depok, serta Camat dan Lurah di Kota Depok.

IPM di Kota Depok tiap tahun mengalami kenaikan. Untuk tahun 2012 poin yang didapat 79,71 sedangkan tahun 2013 menjadi 80,02. Jumlah tersebut berdasarkan perhitungan dari Badan Pusat Statistik (BPS).

“Bappeda dan BPS sudah melakukan kerjasama sejak tahun 2009 hingga kedepan. Hasil IPM ini merupakan tolak ukur kesejahteraan masyarakat di Kota Depok,” tutur Kepala Bappeda Kota Depok, drg. Hardiono.

Pihaknya mengaku akan terus melakukan tindakan demi pencapaian target ditahun 2014. Tentunya kecamatan dan kelurahan di Kota Depok harus melakukan perubahan dalam pelayanan, peningkatan kualitas hidup keluarga, serta meningkatkan kreativitas dan prestasi.

Senada dengan hal tersebut, Walikota Depok H. Nur Mahmudi Isma’il berharap agar seluruh aparatur pemerintah dapat menjalankan tugasnya dengan sungguh-sungguh sehingga proses pencapaian yang diinginkan dapat terealisasi. “Saya berharap kita sebagai pemangku tugas dan amanah pemerintahan yang diawali dari kelurahan, kecamatan, sampai tingkat provinsi dapat mengikuti sekaligus mendapatkan materi dari narasumber yang berkompeten ditingkat nasional ini untuk dijadikan pedoman dalam proses evaluasi yang telah kita bangun di 2013 dan juga upaya dalam peningkatan di tahun 2014 sehingga kegiatan kita bisa semakin baik lagi,” ujar pencetus ODNR ini mengharapkan.

Mantan Menteri Kehutanan di Era Abdurrahman Wahid ini juga mengatakan bahwa tahun 2013 merupakan proses indeks pembangunan yang menggunakan metode-metode lama. Namun ditahun 2014 akan dilakukan metode yang baru. “Para aparatur pemerintah wajib mengikuti dan mengetahui metode baru yang akan diterapkan tahun ini. Walau belum disampaikan secara khusus, kami berharap nanti bisa direalisasikan,” tambahnya orang nomor satu di Kota Belimbing tersebut.

Sementara itu Subagyo selaku perwakilan dari BPS Pusat berharap agar dengan diberlakukannya metode perhitungan yang baru, hasil yang didapat Depok dapat lebih baik. “Berdasarkan data akurat yang didapat, Depok unggul di Provinsi Jawa Barat. Sedangkan untuk tingkat Nasional masuk peringkat tiga. Semoga nantinya dengan perhitungan yang baru dapat meraih peringkat pertama,” pungkas analis profesional di BPS Indonesia. (indri/diskominfo)

Bagikan post melalui :