delira1depok.go.id – Sektor pertanian buah belimbing yang berada di beberapa wilayah seperti Kecamatan Pancoran Mas dan Cimanggis menjadi potensi lokal yang bagus untuk dikembangkan di Kota Depok. Peluang tersebut pun dilirik oleh Pendiri UMKM Delira Sejahtera, Rahmawati dalam mengolah buah belimbung menjadi produk kuliner seperti jus dan selai.

“Kami biasa menggunakan jenis belimbing dewa khas Depok untuk membuat jus dan selai. Belimbing dewa ini memiliki sejumlah keunggulan, diantaranya buahnya lebih besar serta rasanya lebih manis,” ujar Rahmawati, Senin (17/04/2017).

Dikatakannya, untuk mengubah buah belimbing menjadi jus dan selai diperlukan beberapa tahapan. Setelah memilih belimbing dewa, tahap selanjutnya adalah mengupas dan memotong setiap sudut pada buah belimbing. Hal tersebut bertujuan untuk memastikan agar buah belimbing tetap bersih.

“Setiap bagian sisi buahnya disikat hingga bersih. Hal itu agar membersihkan belimbing dari sisa penyemprotan pupuk. Kemudian bagian ujungnya harus dipotong supaya jus dan selai yang dihasilkan tidak terasa pahit. Selain itu, bagian ujung pada belimbing banyak mengandung bakteri dan mikroorganisme yang tidak baik bagi kesehatan tubuh,” jelasnya.

Kemudian, belimbing yang sudah dicuci tersebut dilakukan pemblansiran dan setelah itu dihancurkan serta dilakukan penyaringan. Dalam tahapan tersebut untuk menghambat atau mencegah aktivitas enzim yang terkandung pada buah belimbing.

“Buah belimbing kemudian dipanaskan dengan suhu 70 derajat celcius selama 15 hari. Setelah dipanaskan, enzim pada belimbing akan mati, akibatnya buah belimbing dapat bertahan lebih lama,” katanya.

Lebih lanjut, belimbing yang telah diblansir dan dihancurkan hanya diambil sari patinya saja. Setelah itu, sari belimbing harus dipanaskan kembali dalam suhu 80 derajat. “Tujuannya, untuk memastikan kembali agar mikroba yang terkandung dalam sari belimbing tersebut benar-benar mati,” ucapnya.

Tahapan berikutnya, sari belimbing hangat yang sudah dipanaskan sebelumnya dicampur dengan sejumlah zat. Seperti, air, asam sitrat, natrium benzoat, gula pasir, dan perisa. Setelah dicampurkan dengan sejumlah zat tersebut, sari belimbing harus dipanaskan kembali dalam suhu 80 hingga 100 derajat.

“Setelah melalui semua tahapan tersebut, barulah sari belimbing dikemas dan diberi label untuk siap dijual,” ujarnya.

Dirinya berharap, dengan melakukan pengolahan belimbing menjadi jus dan selai dapat menjadi alternatif kuliner berbahan dasar belimbing. Selain itu, tahapan pengolahan belimbing menjadi jus dan selai yang cukup mudah, dapat menjadi potensi baru bagi warga Depok untuk berwirausaha.

“Diharapkan mampu menjadi lapangan pekerjaan baru, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya dari industri kreatif seperti mengolah belimbing tersebut,” pungkasnya.

Penulis: Guntur Widyanto

Editor: Retno Yulianti dan Rita Nurlita

Diskominfo

Bagikan post melalui :