Kasat Lantas Polresta Depok, Kompol Sutomo ( Dian/Diskominfo)

depok.go.id –  Aksi teror bom yang terjadi di beberapa kota di Indonesia, menyebabkan sejumlah anggota Polri gugur dalam menjalankan tugas. Kondisi tersebut, membuat Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Depok dituntut meningkatkan kewaspadaan agar tidak ada lagi anggota yang menjadi korban.

Kasat Lantas Polresta Depok, Kompol Sutomo mengintruksikan, kepada 150 anggotanya untuk menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) saat menjalankan tugas di lapangan. Termasuk kewajiban menggunakan rompi antipeluru (body face) dan penggunaan tongkat bela diri.

“Selain itu, setiap melakukan patroli atau penjagaan pengaturan jalan anggota jangan satu, tetapi tiga personel untuk menjaga keamanan,” ujarnya, Kamis (17/05/18).

Dirinya menambahkan, anggota yang sedang menjalankan tugas di lapangan rawan diserang orang yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, dia menegaskan kembali pentingnya proteksi diri dan peningkatan kewaspadaan.

“Dengan menggunakan body face lengkap dan tongkat bela diri, anggota bisa melindungi dirinya sendiri jika tiba-tiba ada perlawanan oleh orang tidak dikenal. Kami akan terus melakukan pengamanan yang terbaik agar Kota Depok selalu aman,” tutupnya.

Penulis: Dian Afrianti Kunto
Editor: Dunih

Diskominfo

Bagikan post melalui :