depok.go.id – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) yang ke 71, Komunitas Ciliwung dan penggiat lingkungan Kota Depok menggelar upacara bendera di tengah aliran sungai di bawah Perumahan Grand Depok City (GDC), Rabu, (17/8/2016).

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Depok, Wijayanto bertindak sebagai Inspektur Upacara. Dalam sambutanya, dirinya berpesan pentingnya menjaga lingkungan agar terhindar dari pencemaran limbah rumahan maupun pabrik.

“Kondisi lingkungan sungai Ciliwung di Depok terbilang baik. Kendati demikian, pencemaran masih terjadi dari beberapa pabrik dan rumah warga. Namun, BLH terus melakukan pembinaan agar pencemaran tidak terjadi di Ciliwung. Bila tak mengolah limbah, pabrik-pabrik yang membuang ke sungai, akan ditutup usahanya,” tegas Wijay seraya mengedukasi masyarakat bahwa upacara ini bertujuan untuk memberi pesan kepada warga agar menjaga lingkungan di sekitar sungai.

Sementara itu, Ketua Komunitas Ciliwung, Bayu mengatakan kegiatan ini merupakan kali ketiga yang diadakan di sungai Ciliwung. Menurutnya, makna kemerdekaan saat ini bukan hanya lepas dari penjajahan. Akan tetapi, merdeka dari pencemaran dan kerusakan lingkungan sungai.‎

“Karena semangat perjuangan bukan hanya memerdekakan atau bebas dari penjajah, tetapi menjaga kelestarian,” ujar Bayu.

Ia menambahkan, pencemaran lingkungan di Ciliwung akan berdampak pada menghilangnya sejumlah satwa langka. Salah satunya beberapa jenis ikan langka dan bulus atau sejenis kura-kura. Dirinya menyayangkan keberadaan sampah dan limbah yang merusak ekosistem alam.

“Sangat disayangakan sekali, Bulus terakhir ditemukan 2011, sekarang sudah tidak ada karena aktivitas warga yang dulunya sering menggunakan racun portas untuk mencari ikan,” ungkapnya.

Dengan adanya upacara dan kegiatan-kegiatan lingkungan yang dilakukan, dirinya berharap kelestarian Ciliwung dapat tetap terjaga dan mampu menyumbang perbaikan ekosisitem alam. (Vidyanita/ Ed: Siti Rahma – Diskominfo)

Bagikan post melalui :