ok2

depok.go.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melaksanakan upacara HUT kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 71 di Lapangan Balaikota Depok. Upacara  dihadiri oleh Walikota Depok Mohammad Idris yang sekaligus bertugas selaku Inspektur Upacara, Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna, Ketua serta para anggota DPRD Kota Depok.

Turut hadir segenap unsur Forkopimda Kota Depok, para mantan Walikota dan Wakil Walikota Depok, veteran pejuang kemerdekaan, serta tamu undangan lainnya ini berlangsung secara khidmat.

Pengibaran sang saka merah putih yang dibawakan oleh Paskibraka Kota Depok pun berjalan lancar. Naskah Proklamasi dibacakan oleh Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo secara lantang dan penuh semangat.

Sementara itu, dalam amanatnya, inspektur upacara mengungkapkan bahwa kemerdekaan senantiasa mempunyai arti yang sangat penting bagi kehidupan suatu bangsa, termasuk Indonesia.

“Proklamasi kemerdekaan Indonesia dan pengakuannya oleh dunia telah didapatkan bangsa ini dengan perjuangan berat tak kenal pamrih. Dengan modal kemerdekaan, suatu bangsa akan memiliki harga diri dan dapat bersama-sama duduk saling berdampingan dengan bangsa-bangsa di dunia,” terangnya.

Ia menjelaskan, ketika era Presiden Soekarno bahwa maksud pernyataan kemerdekaan bangsa Indonesia ialah kemerdekaan dari penjahahan Jepang. Namun hakikatnya, bagaimanakah sebenarnya makna kemerdekaan bagi rakyat Indonesia sekarang ini.

“Hal ini merupakan tugas para generasi setelahnya untuk menjawab dan menjalankan,” tambahnya.

Ia juga menuturkan bahwa tugas terberat dari sebuah bangsa yang merdeka saat ini adalah bagaimana mempertahankan kemerdekaan dirinya sebagai bangsa merdeka, bebas dari hegemoni internal dan eksternal yang menindas.

“Merdeka dari hegemoni penindasan internal berarti bebas dari penguasa-penguasa pribumi yang bertindak dan bertingkah laku seperti penjajah asing. Sedangkan merdeka dari hegemoni eksternal artinya bebas dari pengaruh dan tekanan asing, terutama bidang politik, ekonomi, hukum, dan budaya,” tandasnya. (Nurul Hasanah/Ed: Siti Rahma – Diskominfo)

Bagikan post melalui :