Direktur RSUD Kota Depok, Asloe’ah Madjri saat membuka Seminar dan Workshop EWS. (Foto: Nurul/ Diskominfo)

depok.go.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok mengadakan Seminar dan Workshop Early Warning System (EWS) di Aula Gedung BD RSUD Depok, Selasa (17/09/2019). Kegiatan tersebut digelar untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan tenaga kesehatan, khususnya bagi Profesional Pemberi Asuhan (PPA).

Menurut Direktur RSUD Depok, Asloe’ah Madjri, melalui Seminar dan Workshop EWS, peserta diberi pengetahuan mengenai sistem skoring bagi pasien di unit pelayanan. Terutama di Unit Gawat Darurat (UGD), rawat inap, atau medikal bedah. Skoring tersebut dilakukan sebagai skrining awal sebelum pasien mengalami kegawatdaruratan.

“Penerapan EWS jika diterapkan tidak tepat dapat memperpanjang waktu tunggu perawatan di UGD. Dampaknya bila pemilahan pasien di UGD tidak tepat, maka penanganannya akan tidak tepat,” ujar Luluk, sapaan akrabnya, kepada depok.go.id usai membuka Seminar dan Workshop EWS.

Dikatakannya, EWS sudah diterapkan oleh RSUD Depok. Karena itu, dengan adanya kegiatan ini bisa menyegarkan kembali pengetahuan dari para PPA, sehingga akan lebih menyadari lagi pentingnya EWS.

Lebih lanjut, ucapnya, pada EWS lebih fokus kepada mendeteksi kegawatdaruratan sebelum hal tersebut terjadi. Seperti masuk UGD dalam keadaan sesak. Tetapi kalau penanganan tidak benar bakal semakin berat sesaknya, bahkan bisa tidak sadar.

“Fokusnya pada deteksi kegawatdaruratan sebelum terjadi. Maka kami harap semua PPA bisa memberi tata laksana yang lebih dini tentang kondisi yang mengancam jiwa, bahkan bisa dapat dihindari,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Seksi Asuhan Keperawatan RSUD Kota Depok, Sri Suyatmi, menuturkan, jika terjadi kegawatdaruratan pasien, PPA bisa memanggil tim medis secara cepat. Dengan langkah tersebut bisa menghindari kondisi semakin buruk dari pasien.

“Penilaian tepat sangat dibutuhkan. Sebab kalau penilaian awal tidak tepat bisa menyebabkan pasien semakin berat, hingga berujung kematian,” tandasnya.

Penulis: Nurul Hasanah

Editor: Retno Yulianti

Diskominfo

Bagikan post melalui :