fopd dishub_2

Forum Organisasi Perangkat Daerah Dinas Perhubungan di Sasono Mulyo, Kalimulya, Kamis (18/02/16). (Foto: Nita/Diskominfo)

depok.go.id – Sebagai wilayah penyangga Ibu Kota, Depok merupakan kawasan yang padat dilalui kendaraan setiap harinya. Untuk itu, sarana dan prasarana transportasi perlu ditunjang dari berbagai aspek seperti kajian aksesibilitas, pola sirkulasi dan Laju Harian Rata-rata (LHR).

Untuk mewujudkan keselamatan, ketertiban dan kelancaran transportasi yang berwawasan lingkungan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok membutuhkan partisipasi semua pihak agar ikut serta dalam mematuhi rambu lalu lintas. Karena untuk menyelesaikan masalah transportasi tidak bisa dibebankan kepada Dishub saja.

“Pergerakan masyarakat sebesar 70 persen ke arah Jakarta, kami (Dishub) di sini berkewajiban untuk memfasilitasi dengan moda transportasi dan jalanan yang layak. Namun, pengguna jalan berkewajiban juga untuk mematuhi rambu-rambu yang ada, agar keselamatan tetap terjaga,” ujar Kepala Dishub Kota Depok, Gandara Budiana usai kegiatan Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Sasono Mulyo, Kalimulya, Kamis (18/02/16).

Dirinya juga mengatakan, untuk mengantisipasi laju pertumbuhan yang begitu cepat, harus ada rekayasa lalu lintas, seperti dengan menyediakan terminal tambahan yang strategis, membuat jalan tembus yang menghubungkan antarwilayah sehingga diharapkan pengguna jalan tidak hanya menggunakan jalur utama Margonda.

“Kendaraan di Depok berjumlah 1 juta, 70 persen didominasi dengan kendaraan beroda dua dan 30 persen lainnya adalah roda empat. Bisa dibayangkan jika kendaraan tersebut hilir mudik melewati jalur Margonda, ke depan akan kita buat beberapa jalan tembus seperti Juanda-Tanah Baru,” ungkap Mantan Kepala Satpol PP Kota Depok. (Vidyanita/ Ed: Siti Rahma/Yulia S – Diskominfo)

Bagikan post melalui :