kadisdik_2

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok Mohammad Thamrin. (Foto: Bima/Diskominfo)

depok.go.id –Setahun sudah Wali Kota Depok Mohammad Idris dan Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna mejabat. Sejak dilantik pada, 17 Februari 2017 lalu, keduanya langsung membenahi pendidikan di Kota Depok. Keseriusan ini membuat mutu pendidikan di Kota Depok makin berkualitas.

Peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan guru di Kota Depok, diakui Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok Mohammad Thamrin. Menurutnya, pendidikan di Kota Depok semakin membaik. Bahkan, siswa dan guru sudah mulai merasakan perubahan yang terjadi secara signifikan.

“Alhamdulillah berbagai program sudah terealisasi, ke depan akan kembali dilakukan perbaikan dari berbagai aspek,” ucapnya saat media gathering di aula lantai 1 Balaikota Depok, Jumat (17/02/2017).

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan, program yang sudah dilakukan sejak kepemimpinan Wali Kota Depok yaitu pembangunan gedung maupun rehab sekolah dasar yang tuntas pada akhir tahun lalu. Selain itu, juga pembangunan gedung Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) mulai dilakukan dari SMPN 20, SMPN 21, SMPN 22, SMPN 23, SMPN 24, SMPN 25, dan SMPN 26.

Lalu, capaian lain yang sudah dilakukan yaitu meningkatnya Angka Partisipasi Kasar (APK) sekolah dasar. Peningkatannya mencapai 102 persen lebih. Padahal, untuk rata-rata nasional hanya 80 persen.

“Bidang pendidikan, Alhamdulillah sudah banyak capaian yang diperoleh. Ke depan ini akan lebih dipertahankan agar prestasi terus meningkat,” ucapnya.

Sedangkan dari sisi kesejahteraan guru, dibuktikan dengan perhatian yang tinggi bagi kesejahteraan guru honor. Bahkan, di awal tahun ini Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok menaikkan honor bagi guru honorer baik tingkat Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Depok hingga 100 persen. Kenaikan tidak hanya untuk guru honorer di sekolah negeri saja, melainkan juga bagi guru swasta di Kota Depok.

Saat ini, guru honorer akan mendapatkan tambahan honor menjadi Rp 400 ribu, dari nilai sebelumnya yang besarnya Rp 200 ribu. Ketetapan ini sudah disesuaikan dengan pagu anggaran yang ada.

“Untuk pemberian honor bagi guru swasta tidak diberikan berupa dana langsung. Tapi, dana tersebut dialokasikan melalui dana peningkatan fasilitas pendidikan untuk di masing-masing jenjang pendidikan,” pungkasnya.

Penulis: Indri

Editor: Dunih dan Yulia Shoim

Diskominfo

Bagikan post melalui :