Kepala DPAPMK Kota Depok, Nessi Annisa Handari (kedua dari kiri) bersama anak-anak penghuni Rusunawa. (Foto: Istimewa)

depok.go.id – Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) terus melakukan berbagai upaya demi mewujudkan Depok menjadi Kota Layak Anak (KLA). Salah satunya dengan memberikan sosialisasi perlindungan anak berbasis masyarakat di tengah para penghuni Rusunawa, Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos.

Kepala DPAPMK Kota Depok, Nessi Annisa Handari mengatakan, sosialisasi ini merupakan kegiatan psikosial yang yang bekerja sama dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Dan Anak (P2TP2A) dan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) Kota Depok. Dalam hal ini para penghuni Rusunawa khususnya anak-anaknya diedukasi melalui melalui lagu dan permainan untuk bisa menjaga diri.

“Pada kesempatan itu juga diinisiasi pembentukan Tim Jaga Anak Main (Jman), yang bertugas menjaga anak yang sedang main yang dilakukan oleh para orang tua,” ujar Nessi kepada depok.go.id, di ruang kerjanya, Senin (18/02/19).

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Tumbuh Kembang dan Pengembangan Kota Layak, DPAPMK Kota Depok, Yulia Oktavia menuturkan, pada kesempatan tersebut juga DPAPMK bersama tim P2TP2A menyerahkan sejumlah permainan edukatif. Upaya tersebut diharapkan bisa menjadi langkah pencegahan kekerasan pada anak.

“DPAPMK maupun P2TP2A Kota Depok tidak hanya bersifat menyelesaikan dampak kekerasan, tetapi diutamakan dalam pencegahannya,” ucapnya.

Adapun bermain, sambung Yulia, merupakan salah satu kegiatan yang penting pada anak-anak. Sebab, dalam bermain dapay menjadi terapi psikologis bagi mereka.

“Intervensi dalam penanganan anak-anak korban kekerasan tentunya meliputi penanganan yang sifatnya kuratif. Namun, saat ini kita juga berpusat pada yang sifatnya preventif,” tandasnya.

 

 

Penulis: Nurul Hasanah

Editor: Retno Yulianti

Diskominfo

 

 

 

 

Bagikan post melalui :