asisten administrasi

Asisten Administrasi Sekretariat Daerah Kota Depok, Widyati Riyandani. (Foto : Diskominfo)

depok.go.id – Perkembangan Teknologi Informasi (TI) membuat membaca buku dalam bentuk kertas mulai ditinggalkan masyarakat. Fenomena tersebut harus ditangkap pengelola Perpustakaan Umum Kota Depok untuk berbenah, termasuk dengan mengadaptasi teknologi terkini agar perpustakaan tetap diminati masyarakat.

Asisten Administrasi Sekretariat Daerah Kota Depok, Widyati Riyandani mengatakan, pada dasarnya Kota Depok memang dituntut untuk menjadikan Perpustakaan Umum Kota Depok menjadi digital library. Namun, penggunaan teknologi itu tetap harus menyesuaikan kondisi yang ada di Kota Depok.

“Melihat kondisi sekarang yang sudah serba digital, kita memang dituntut mengikuti dengan pembuatan digital library. Meskipun begitu, tetap harus disesuaikan nilai-nilai dan budaya yang berkembang di tengah masyarakat,” ujar Wid, panggilan akrabnya, saat ditemui di Aula Perpustakaan Umum Kota Depok, Selasa (18/04/2017).

Dia juga menekankan, dalam mengelola perpustakaan harus memiliki inovasi kreatif, sehingga diharapkan minat baca siswa di sekolah dapat meningkat. Dikatakannya pula, konsep perpustakaan itu tidak selalu diam di tempat, tetapi bisa juga dalam bentuk mobile.

“Mudah-mudahan bimbingan teknis yang dilakukan selama dua hari ini bisa dimanfaatkan oleh pengelola perpustakaan di sekolah untuk lebih kreatif lagi menciptakan perpustakaan yang menarik, sehingga siswa bisa lebih nyaman dalam menimba ilmu lewat buku-buku yang ada,” harapnya.

Sementara itu, salah satu peserta bimbingan teknis, Muhammad Fajri, mengaku bersyukur mendapat pengetahuan baru dalam dunia perpustakaan. Menurutnya, bimtek sejenis harus diadakan kembali untuk lebih memperdalam pengetahuan yang sudah diberikan kali ini.

“Materi yang diberikan pada kami, saya harap ada follow up kembali. Agar pengetahuan yang kami dapat bisa lebih konprehensif,” pungkasnya.

Penulis: Nurul Hasanah
Editor: Dunih dan Yulia Shoim

Diskominfo

Bagikan post melalui :