tim srikandi

SIAP MELAYANI: Satgas Srikandi Polresta Depok siap menanggulangi kekerasan terhadap anak dan perempuan. (Foto: Istimewa/Diskominfo)

depok.go.id- Emansipasi wanita yang diperjuangkan Pahlawan Nasional, Raden Ajeng Kartini memiliki banyak wujud di era modern saat ini. Salah satunya tampak dari para anggota Satuan Tugas (Satgas) Srikandi Polresta Depok.

Demi mengabdi untuk menangani hak asasi manusia khususnya perempuan. Maka Satgas Srikandi Polresta Depok yang terdiri dari sembilan polisi wanita (Polwan) selalu siap dalam melayani masyarakat di Kota Depok.

Kepala Tim Srikandi, Ipda Nurul Kamila Wati mengatakan, untuk menyambut Hari Kartini pada 21 April, pihaknya semakin gencar melakukan antisipasi kekerasan terhadap perempuan dan anak. Diharapkan dengan upaya tersebut perempuan dan anak akan terbebas dari ancaman kekerasan fisik maupun non fisik.

“Tentu, Satgas Srikandi hingga saat ini masih menunggu laporan dari warga Depok dalam penanganan kasus kekerasan perempuan dan anak. Kami pun dalam waktu 1×24 jam siap membantu jika memang ada laporan,” terangnya.

Saat ditanya mengenai makna Hari Kartini di era kini, Nurul menuturkan, sudah saatnya perempuan dapat menjadi kebanggaan dan pahlawan, tak lagi menjadi korban dari kejahatan. Perempuan di era kini harus bisa membela diri dalam kebenaran.

“Tentu, Hari Kartini bagi kami menjadi momentum untuk terus memperbaiki diri menjadi wanita yang dapat dibanggakan. Artinya, kami akan hapuskan segala bentuk kekerasan bagi perempuan ataupun anak di Kota Depok,” tuturnya.

Nurul berharap, Kota Depok dapat bebas dari kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Maka, warga Depok diminta untuk tidak takut dalam melapor segala tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak ke Satgas Srikandi Polresta Depok.

“Saya berharap dengan bantuan Pemerintah Kota Depok dapat bersama-sama menanggulangi kekerasan terhadap perempuan dan anak. Terlebih menyambut Hari Kartini pada 21 April 2017, kita bersama memperjuangkan hak asasi perempuan dan anak agar tidak menjadi korban kekerasan,” pungkasnya.

 

Penulis : Dian Afrianti Kunto

Editor: Retno Yulianti dan Rita Nurlita

 

Diskominfo

 

Bagikan post melalui :