Satpol PP lakukan penertiban di atas lahan Fasos dan Fasum Kelurahan Beji, Kecamatan Beji, Rabu (18/04/18). (Foto : Nita/Diskominfo)

depok.go.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok kembali menertibkan 40 bangunan liar (bangli) di wilayah Kelurahan Beji, Kecamatan Beji. Ke-40 bangli tersebut ditertibkan, selain berdiri di lahan fasilitas sosial (fasos) dan fasum (fasum), juga karena tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Ada sekitar 40 bangli yang kita tertibkan, kira-kira panjangnya 1 kilometer. Mulai dari pertigaan lampu merah Beji ke arah Kukusan,” ujar  Kepala Bidang Ketenteraman Masyarakat, Ketertiban Umum Pengamanan Pengawalan (Transmas Tibum dan Pamwal) Satpol PP Kota Depok, Kusumo, di lokasi penertiban, Rabu (18/04/18).

Dikatakannya, pihaknya telah memberikan waktu 3×24 jam kepada Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk membongkar sendiri. Namun, karena hingga waktu yang diberikan berakhir tidak juga direspons pemilik bangunan, petugas terpaksa menertibkan bangunan semipermanen tersebut.

“Sudah kami sosialisasikan sejak Februari dan pembongkaran ini juga sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Kita tidak ingin ada benturan dengan masyarakat, saat ini kita lakukan secara humanis,” ucapnya.

Kusumo menyebutkan, personel yang dikerahkan sebanyak 100 Satuan Tugas (Satgas) Pol PP dibantu personel TNI dan Polresta Depok. Pihaknya juga mendapat bantuan dua truk dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, untuk mengangkat puing-puing sisa bangunan.

“Ada dua truk yang disiapkan DLHK untuk mengangkat puing bangunan. Kami juga mendapat bantuan alat berat dari PLN untuk membongkar bangunan,” tambahnya.

Ke depan, kata Kusumo, Satpol PP akan melakukan pengawasan secara berkala pada areal yang telah ditertibkan, agar PKL tidak lagi menduduki lahan tersebut.

“Kita juga akan koordinasi dengan DLHK untuk menempatkan pot atau menjadikan kawasan ini sebagai taman,” pungkasnya.

 

Penulis: Vidyanita

Editor: Dunih dan Rita Nurlita

Diskominfo

 

Bagikan post melalui :