Lurah Bojong Pondok Terong (Boponter) Suryana Yusup, saat menyampaikan pemaparan dalam lomba kinerja dan inovasi tingkat provinsi Jawa Barat, di Gedung Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPM-D) Provinsi Jawa Barat, Bandung, Selasa (18/06/19). (Foto : Nanang/Diskominfo)

depok.go.id-Lomba Kinerja dan Inovasi Kelurahan Tingkat Provinsi Jawa Barat (Jabar) yang telah masuk babak akhir, dijadikan sebagai ajang bertukar informasi bagi para peserta. Pasalnya, dalam lomba tersebut masing-masing nominasi dari kota/kabupaten se-Jawa Barat, memaparkan program yang telah berjalan di wilayahnya.

“Kegiatan ini jadi ajang meningkatkan wawasan dan bertukar informasi bagi kota/kabupaten yang masuk tiga besar. Karena pada tahapan ini, lurah dan kepala desa dipertemukan untuk memaparkan inovasi dan kegiatan yang dilakukan di wilayah masing-masing,” ujar Lurah Bojong Pondok Terong (Boponter) Suryana Yusup, saat ditemui di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPM-Desa) Provinsi Jawa Barat, Bandung, Selasa (18/06/2019).

Suryana menambahkan, pihaknya akan mengambil ilmu dari kota/kabupaten lain yang nantinya akan dikolaborasikan dengan inovasi yang sudah berjalan di Boponter. Adaptasi ilmu tersebut, juga akan disesuaikan dengan kemampuan dari Sumber Daya Manusia (SDM) di Boponter.

“Kalah menang itu nomor sekian. Tetapi, kami tetap optimistis. Untuk hasil, Allah yang menentukan. Intinya kami akan terus menjalankan program untuk kelurahan yang terus berkembang,” katanya.

Camat Cipayung, Asep Rahmat, juga mengaku siap menerima hasil yang diberikan dewan juri. Diakuinya, kalah menang adalah hal biasa. Namun, yang terpenting lurah dan masyarakat bisa membangun wilayah secara bergotong royong.

“Apapun hasilnya kami terima. Kami sudah memberikan yang terbaik untuk Kota Depok. Maju tiga besar di tingkat provinsi sudah menjadi kebanggaan kami, apalagi tingkat nasional. Mudah-mudahan bisa lanjut,” harapnya.

Penulis: Vidyanita
Editor: Dunih

Diskominfo

Bagikan post melalui :