remisi napi
depok.go.id – Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 71 merupakan sebuah anugerah bagi 482 narapidana dan anak pidana di Rumah Tahanan (Rutan) Depok. Berkat hal tersebut, mereka mendapatkan remisi pengurangan masa tahanan. 

Terutama 43 narapidana diantaranya yang juga mendapatkan remisi dinyatakan bebas dari rutan yang baru berusia 1 tahun 13 hari itu untuk kembali ke keluarga dan lingkungan masyarakat asal. Hal tersebut tentu menjadikan sebuah apresiasi tersendiri kepada mereka.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Rutan, Rachman juga mengapresiasi kepada mereka dan berpesan untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

“Jangan mengulangi perbuatan yang sudah berlalu dan jadilah orang yang berguna baik untuk diri sendiri, keluarga, dan orang lain di lingkungan masyarakat,” ujar Karutan saat memberikan keterangan, di Rutan Cilodong Depok, Rabu kemarin.

Selain itu, Ia juga menjelaskan di dalam Rutan tersebut awalnya memiliki warga binaan 922 orang, di mana 290 orang tersebut berasal murni tahanan dari Kota Depok sedangkan 632 merupakan narapidana yang berasal dari Jakarta, Lapas Cipinang Jakarta, dan Lapas Narkotika Jakarta.

“Mereka semua dalam proses penyidikan dan pengadilan, namun akan berkurang karena 43 diantaranya itu dibebaskan, semua itu terbukti karena keseriusan kami memberikan pembinaan kepada mereka sehingga cukup terbilang banyak yang mendapatkan remisi tersebut,” ungkapnya.

Karena tugas kami, sambungnya, tidak sekadar memberikan pembinaan kepada mereka melainkan selalu menjaga ketentraman untuk para napi dan melakukan pengajaran yang penuh manfaat untuk mereka semua.

“Oleh karena itu, bantuan dari Pemerintah pun sangat diperlukan dalam kelangsungan untuk kemasyarakan khususnya bantuan dari TNI, Polri ataupun pihak terkait lainnya yang perlu memberikan pembinaan lebih lanjut kepada warga kami (Napi) khususnya seperti pembekalan pembinaan jasmani, rohani, dan keterampilan,” pungkasnya penuh harap. (Meida/ Nurul Hasanah/ Ed: Siti Rahma – Diskominfo)

Bagikan post melalui :